REKONSTRUKSI KEJADIAN: Selain Menganiaya, Pelaku Juga Berusaha Mencuri Dompet Haringga Sirla

Haringga Sirla. - Ist
26 September 2018 23:50 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, BANDUNG - Rekonstruksi kasus penganiayaan suporter Persija Haringga Sirla mengungkap sejumlah fakta yang selama ini tak diketahui publik.

Polisi menggelar rekontruksi kasus pengeroyokan yang menyebabkan tewasnya Haringga Sirila (23) supporter Persija asal Jakarta, yang tewas di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA)‎, saat laga Persib Bandung melawan Persija Jakarta.

Rekontruksi sendiri, di gelar di lokasi kejadian tepatnya, di Gerbang Biru, area parkir Stadion GBLA, Rabu (26/9/2018).

"Kita gelar rekontruksi, untuk jumlah adegan sebanyak 16 adegan yang diperankan delapan tersangka dan dua saksi," ujar Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP M Yoris Maulana Marzuki usai rekontruksi.

Rekontruksi dimulai dari saksi Adang Ali (67), pedagang bakso yang melihat Haringga diseret ke roda baksonya. Rekontruksi dihadiri jaksa penuntut umum dari Kejari Bandung dan pengacara tersangka.

"‎Rekontruksi ini untuk memberikan gambaran tentang peran masing-masing tersangka sehingga di persidangan dapat memperjelas kejadian dan perang tiap tersangka," ujar Yoris.

Kata Yoris, pemeriksaan penyidikan terhadap tersangka hampir rampung dan direncanakan pekan depan sudah rampung sehingga bisa segera dilimpahkan ke kejaksaan.

"Kami akan segera kirim berkas tersangka sehingga perkara bisa kami tahap 2 kan. Target minggu depan kami bisa kirim berkas penyidikan ke jaksa," ujar Yoris.

Sementara itu, penjual bakso, Adang mengatakan tidak mengetahui bagaimana awal mula Haringga ketahuan teridentifikasi sebagai seorang suporter Persija. Ia baru melihat korban diseret dan diteriaki sekelompok suporter Persib bahwa ia adalah anggota The Jak Mania.

"Saya tidak tahu awal mulanya bagaimana. Saya baru lihat korban‎ diseret dan diteriaki. 'ieu aya budak The Jak, kadarieu [ini ada anak The Jak], ayo ke sini, sambil saya lihat sudah ada yang memukuli, tapi belum berdarah seperti di video," ungkap Adang, saat ditemui di waktu dan lokasi yang sama.

Dirinya juga menuturkan, saat kejadian korban memang dikeroyok oleh sejumlah orang. Ia juga sempat untuk melerai kejadian tersebut. Namun karena massa yang cukup banyak, pengeroyokan pun terus terjadi.

"Tapi saat saya sedang hentikan mereka yang memukuli, ada lagi yang memukuli dari arah lainnya. Saya berusaha hentikan mereka yang memukul dari segala arah, tapi sayanya yang didorong-dorong sama mereka," ujar Adang.

Hal yang sama dilakukan Dede Supriyadi (40) yang diketahui juga sebagai saksi. "Saya maju kesana dan mengacungkan tangan untuk menghentikan aksi pengeroyokan tersebut," ujar Dede usai rekontruksi.

Tidak hanya itu, ia menghentikan seorang bagian dari massa yang berusaha mencuri dompet milik Haringga. Saat itu, ia melihat dompetnya masih ada uang namun tidak tahu berapa nilainya.

"Saya lihat ada orang yang mengambil dompet korban dari celananya, saya langsung minta dompet itu. Saya cari-cari petugas kemudian menyerahkannya pada petugas PMI yang mengevakuasi korban. Saya lih‎at masih ada uang dan KTP," kata Dede.

Sumber : Okezone