Advertisement

ASIAN GAMES 2018: Ternyata Ini Alasan Hanifan Memeluk Jokowi dan Prabowo

Adib Muttaqin Asfar
Kamis, 30 Agustus 2018 - 13:37 WIB
Nina Atmasari
ASIAN GAMES 2018: Ternyata Ini Alasan Hanifan Memeluk Jokowi dan Prabowo Momen Jokowi dan Prabowo Subianto berpelukan setelah Hanifan Yudani Kusumah meraih medali emas pencak silat Asian Games 2018, Rabu (29/8 - 2018). (Courtesy SCTV)

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA -- Suhu politik di Indonesia mendadak sejuk setelah salah satu atlet Indonesia melakukan tindakan mengharukan.  Hanifan Yudani Kusumah, peraih medali emas Asian Games 2018 tiba-tiba memeluk Joko Widodo dan Prabowo Subianto, usai selebrasi kemenangannya.

Memeluk dua tokoh yang akan bertarung di Pilpres 2019 seusai memastikan diri meraih medali emas Asian Games 2018 membuat Hanifan Yudani Kusumah jadi sorotan. Atlet pencak silat yang menumbangkan wakil Vietnam di final itu tak hanya disorot karena meraih emas, tapi juga keberaniannya menyatukan Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

Advertisement

Dalam wawancara live dengan TV One seusai meraih emas, Rabu (29/8/2018), Hanifan mengungkapkan motivasinya melakukan aksi itu. Selebrasinya berlari ke tribun VVIP untuk memeluk Jokowi dan Prabowo terekam kamera televisi yang kemudian viral di media sosial.

"Indonesia itu damai, jadi jangan terpecah belah oleh sosmed. Contoh Pak Jokowi aman tenteram, Prabowo aman tenteram, harus cinta damai. Saya harus memberikan contoh yang baik untuk masyarakat Indonesia," kata Hanifan dalam wawancara yang ditayangkan TV One, Rabu.

Menurutnya, aksinya mengajak Jokowi dan Prabowo berpelukan adalah ajaran di tiap perguruan silat. Karena itu, dia tidak ingin melihat ada hubungan yang saling tidak mengenakkan.

"Itu hasil ajaran tiap perguruan. Silat itu silaturahmi, kita menghayati. Makanya kalau ada yang tidak enak dilihat, sangat sakit hati. Pas ini rame pilpres nih, saya ingin pencak silat jadi pemersatu," kata dia.

Terkait keberhasilannya meraih emas di Asian Games 2018, Hanifan mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang mendukungnya. Namun, dia mengakui kemenangan itu diraih dengan proses yang tidak mudah, bahkan sempat dihukum pengurangan 5 poin.

"Pertama saya tadi waspada. Yang penting saya menang poin meskipun hanya [selisih] 1-2 angka. Saya memainkan emosi, saya ditegur 5 poin tapi saya yakin menang. Selama 32 detik terakhur yang penting saya nendang, yakin menang," katanya.

Hanifan mengapresiasi kerja keras timnya dalam persiapan menghadapi Asian Games 2018 sejak 3 tahun lalu. Menurutnya, persiapan itu tidak menunggu pemerintah meski ada bantuan yang dikucurkan untuk pemusatan latihan.

"Karena Asian Games ajang terbesar dan harga mati buat pencak silat. Pak Prabowo sangat sayang pada anak didiknya, apa yang mau pasti dikasih, dibantu sama pemerintah. Jadi kalau mau dihajar 40 ronde pun enggak masalah."

Lalu, apa yang dikatakan Jokowi dan Prabowo saat Hanifan memeluk mereka? "Dia sangat bangga pada kita, tidak ada kata-kata lain, hanya apresiasi. Tidak boleh dicampur politik," kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Solopos.com

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Tips Merawat Burung Murai Batu agar Rajin Bunyi dan Siap Lomba

Tips Merawat Burung Murai Batu agar Rajin Bunyi dan Siap Lomba

Jogja
| Kamis, 02 April 2026, 20:17 WIB

Advertisement

Blunder! Iklan Bus Skotlandia Gunakan Pemandangan China

Blunder! Iklan Bus Skotlandia Gunakan Pemandangan China

Wisata
| Rabu, 01 April 2026, 09:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement