Polri Usut Beras Fortifikasi, 5 Merek Diduga Tak Sesuai Label
Polri mengusut dugaan beras fortifikasi tak sesuai label pada lima merek. Sebanyak 1.194 kemasan disita dengan nilai Rp155,2 juta.
pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. /Ist-Reuters
Harianjgja.com, SINGAPURA- Jangan main-main atau melakukan hal sensitif terkait isu terkini di Singapura.
Pelawak Australia, yang dikenal karena perannya menirukan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, mengatakan ditahan pihak berwenang Singapura pada Jumat (8/6/2018) dan ditanyai tentang pandangan politiknya.
Petugas imigrasi dan pos pemeriksaan serta polisi Singapura belum memberikan tanggapan. Peristiwa itu terjadi hanya beberapa hari sebelum negara kota itu mengadakan pembicaraan tingkat tinggi Amerika Serikat dengan Korea Utara.
Pelawak Howard X, yang menolak memberikan nama aslinya, mengatakan kepada Reuters bahwa ia ditahan dua jam dan ditanyai sekitar 30 menit ketika tiba pada pagi hari di bandar udara Changi, Singapura.
"Mereka bertanya kepada saya apa pandangan politik saya dan apakah saya terlibat dengan unjuk rasa di negara lain," katanya.
Ia pun diberitahu untuk menjauh dari pulau Sentosa dan Shangri-La, dua wilayah ditunjuk sebagai tempat acara khusus untuk temu puncak itu.
"Mereka berkata, \'Ini adalah pertemuan puncak Trump-Kim, Anda telah datang pada waktu yang sangat sensitif\'," katanya menambahkan.
Howard X berada di Singapura akhir bulan lalu, menyamar sebagai Kim Jong Un dengan latar belakang teluk di kota yang menampilkan situs-situs seperti Merlion dan Marina Bay Sands Hotel yang ikonik.
Dia mengatakan akan merencanakan aksi serupa dengan tujuan melakukan sindiran politik dalam beberapa hari mendatang, kali ini ia akan berkolaborasi dengan peniru Donald Trump, Dennis Alan. Dia mengatakan tidak merencanakan protes.
Kelompok-kelompok hak asasi manusia telah mengkritik hukum Singapura yang mereka katakan membatasi perkataan kritis dan berkumpul secara damai.
Misalnya, protes harus disetujui terlebih dahulu dan hanya diperbolehkan di area pusat kota yang disebut Pojok Pembicara.
Singapura memegang posisi bahwa hukum dan peraturannya diperlukan untuk menjaga tatanan dan harmoni sosial.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polri mengusut dugaan beras fortifikasi tak sesuai label pada lima merek. Sebanyak 1.194 kemasan disita dengan nilai Rp155,2 juta.
Angin kencang menghambat pemadaman karhutla Gunung Lawu. Tim gabungan memperkuat sekat api untuk melindungi hutan dan objek wisata.
Pertamina Patra Niaga menyalurkan 285.000 liter air bersih bagi sekitar 7.000 KK di 16 desa di Klaten untuk membantu warga terdampak kekeringan.
Hyundai menarik 94.622 mobil di AS karena risiko kebakaran dari motor kursi elektrik. Pemilik diminta parkir di luar hingga perbaikan tersedia.
Meta dijatuhi penalti US$25 miliar oleh pengadilan New Mexico terkait pelanggaran privasi data Facebook. Perusahaan berencana mengajukan banding.
Studi terhadap 425 remaja menemukan penggunaan HP setelah pukul 22.00 berkaitan dengan waktu tidur lebih larut dan durasi tidur lebih pendek.