Advertisement
Merapi 4 Kali Erupsi Freatik, Ini Sebaran Abu Vulkaniknya
Selasa, 22 Mei 2018 - 04:31 WIB
Kusnul Isti Qomah
Catatan seismograf stasiun Pusunglondon letusan freatik Merapi, Senin. - Harian Jogja/Desi Suryanto
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA-Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB menyebutkan, terhitung telah terjadi empat kali letusan freatik disertai suara gemuruh sejak Senin (21/5/2018) hingga Selasa (22/5/2018) pukul 03.30 WIB.
Dalam rilisnya, Selasa, ia menjelaskan, letusan freatik tersebut adalah pada Senin (21/5/2018) pukul 01.25 WIB durasi 19 menit ketinggian kolom letusan 700 meter, pukul 09.38 WIB durasi enam menit ketinggian kolom letusan 1.200 meter, pukul 17.50 WIB durasi tiga menit ketinggian kolom letusan tidak teramati, pada Selasa (22/5/2018) pukul 01.47 WIB durasi tiga menit ketinggian kolom letusan 3.500 meter.
Hujan abu vulkanik jatuh di sekitar Gunung Merapi seperti wilayah Kabupaten Sleman, DIY meliputi Kecamatan Cangkringan (Desa Glagaharjo, Desa Kepuharjo, Desa Umbulharjo), Kecamatan Pakem (Desa Purwobinangun, Desa Hargobinangun, Desa Kaliurang), dan Kecamatan Ngemplak (Desa Widomartani).
Di wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah hujan abu vulkanik jatuh di Kecamatan Kemalang (Desa Balerante dan Desa Panggang).
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang. Tidak terpancing pada isu-isu mengenai letusan Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat diimbau mengikuti arahan dari Pemda setempat. Pemerintah akan terus hadir membantu masyarakat.
Advertisement
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Petani Sleman Dapat Perlindungan Asuransi dari APBD 2026
Sleman
| Minggu, 11 Januari 2026, 15:57 WIB
Advertisement
Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
Wisata
| Minggu, 11 Januari 2026, 15:47 WIB
Advertisement
Berita Populer
- Pegawai Diduga Bocorkan Data, KAI Services Jatuhkan Sanksi
- Pemda DIY Andalkan Pangan dan UMKM Dongkrak Ekonomi 2026
- Film Bidadari Surga Tayang 15 Januari 2026, Angkat Kisah Hijrah
- Sebagian ASN Sleman Gaptek, Penggunaan Corpu Belum Maksimal
- Dana Desa Bantul 2026 untuk Kopdes Masih Tunggu Arahan
- Pola Hubungan yang Sering Disalahartikan sebagai Cinta
- DIY Capai Swasembada Beras, Lahan Sawah Terus Menyusut
Advertisement
Advertisement



