Pabrik Briket Batok Kelapa di Karanganyar Terbakar
Kebakaran melanda pabrik arang briket di Karangpandan Karanganyar. Puluhan ton batok kelapa hangus, penyebab masih diselidiki.
Ilustrasi mayat kecelakaan. (Harian Jogja/Gigih M Hanafi)
Harianjogja.com, LAMPUNG- Dua kurir sabu-sabu jaringan lembaga pemasyarakatan ditembak mati Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung karena berusaha melawan saat akan dilakukan penangkapan.
Kedua tersangka yang ditembak karena melawan itu adalah Alam dan Wiko. Keduanya tewas diduga kehabisan darah saat menuju Rumah Sakit Bhayangkara, Rajabasa, Bandarlampung.
Kepala BNN Provinsi Lampung Brigjen Tagam Sinaga, di Bandarlampung, Sabtu (14/3/2018), mengatakan sebanyak enam kilogram sabu-sabu berhasil diamankan pihaknya dari empat tersangka kurir dan bandar narkoba dalam penangkapan itu.
Dua tersangka meninggal dunia, akibat tindakan tegas dan terukur oleh petugas karena melakukan perlawanan saat akan ditangkap, katanya lagi.
"Di hadapan rekan-rekan ini kita amankan sabu-sabu sebanyak enam kg, ini tangkapan terbesar kami pada tahun 2018, kemudian tersangkanya dua orang meninggal dunia, ketika itu dia melawan sehingga ditembak, masih melawan lagi ditembak lagi, ini ada senjatanya kami dapat dua," ujarnya dalam ekspose kasus tersebut.
Tagam menambahkan, para tersangka jaringan sabu-sabu itu adalah Rafi dan Wiko yang merupakan kurir warga Bukit Kemuning, Kabupaten Lampung Utara yang dikendalikan buron (DPO) BNN atas nama Alam, sedangkan satu pelaku lainnya Hendrik sebagai penerima barang.
"Jaringan ini ternyata dikendalikan oleh seseorang dari dalam lembaga pemasyarakatan," kata dia pula.
Tagam mengungkapkan, dari pengakuan salah satu tersangka kurir, mereka mengetahui bahwa paket tersebut adalah narkoba jenis sabu-sabu, dan para tersangka dijanjikan mendapatkan upah Rp60 juta untuk mengantar narkotika itu ke Lampung.
"Dari pengakuan para tersangka narkoba tersebut akan dibawa dan diedarkan di wilayah Lampung," ujarnya pula.
Selain kasus sabu-sabu tersebut, kata Tagam pula, dalam waktu yang hampir bersamaan pihaknya juga berhasil mengamankan 1.300 butir ekstasi yang dibawa oleh Sofyan dan Indra Wahyudin selaku kurir serta penerima narkoba itu Kukuh Handayani, warga Gunung Sulah, Bandarlampung.
Ketiganya, kata Kepala BNN Provinsi Lampung itu, terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan pada bagian kaki karena berupaya melarikan saat akan ditangkap.
Usai ekspose dua kasus tersebut, Kepala BNNP Lampung Tagam Sinaga tak lupa memberikan pesan kepada bandar dan pengguna narkoba di Lampung agar tidak menggunakan, menjual dan mengedarkan narkoba di wilayah hukum Lampung.
"Saya mengimbau bagi bandar narkoba, untuk tidak berjualan narkotika, usaha yang lain, jual yang lain, kalau masih akan berhadapan dengan kami, apalagi melawan, pasti saya sudah perintahkan anggota saya untuk tembak mati bandar narkoba itu," ujarnya menegaskan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kebakaran melanda pabrik arang briket di Karangpandan Karanganyar. Puluhan ton batok kelapa hangus, penyebab masih diselidiki.
Kemenperin memastikan dua pabrik komponen otomotif tetap beroperasi di Indonesia, membantah isu relokasi dan PHK.
Kasus tabrak BMW listrik dan ojol di Meruya Selatan diselesaikan damai melalui mediasi polisi dengan pendekatan restorative justice.
Fenomena Viking Row suporter Norwegia viral di Piala Dunia 2026, dukung Haaland dan Odegaard dengan aksi mendayung khas Viking.
Pria 44 tahun ditemukan tewas gantung diri di Tegalrejo, Jogja. Polisi pastikan tidak ada tanda kekerasan dari hasil pemeriksaan awal.
Seorang petani di Kulonprogo mengantar anak disabilitas ke job fair Disnaker, berharap sang anak mendapat pekerjaan yang layak dan mandiri.