Advertisement

KISAH UNIK : Berbentuk Unik, Stasiun Wasa Jadi Pusat Perhatian

Mediani Dyah Natalia
Selasa, 11 Oktober 2016 - 02:55 WIB
Mediani Dyah Natalia
KISAH UNIK : Berbentuk Unik, Stasiun Wasa Jadi Pusat Perhatian

Advertisement

Kisah unik mengenai sebuah stasiun di Jepang.

Harianjogja.com, JEPANG -- Bangunan Stasiun Wasa di jalur JR, Hidakagawa, Prefektur Wakayam, Jepang menarik perhatian masyarakat. Bentuknya yang unik berupa tabung menjadi penyebab.

Advertisement

Dilansir dari The Japan News, Senin (10/10/2016), Stasiun Wasa dibuka untuk pengunjun awal bulan ini.

Adapun stasiun yang berusia 85 tahun ini semula hanyalah sebuah bangunan kayu. West Japan Railway Co menyatakan pemugaran ini dilakukan karena bangunan tersebut sudah tua dan area tersebut rawan gempa. Perusahaan lalu merehabilitasi bangunan ini dari sisi utara stasiun. Proses pembangunan selesai Juli 2016.

Bangunan baru ini didesain sederhana, bentuknya seperti pipa besar yang biasanya digunakan untuk saluran air bawah tanah. Bagian bawah tabung dikubur di dalam tanah.

Stasiun baru ini memiliki 3 meter, ditambah dengan tabung yang dipendam, ketinggian mencapai 3,7 meter. Luasnya mencapai 13 meter persegi. Bangunan baru ini terdiri dari bangku kayu untuk empat sampai lima orang, jadwal, papan informasi tarif dan sebuah kotak kecil untuk tempat tiket bekas. Seperti stasiun terdahulu, bangunan ini tidak memiliki mesin tiket.

Stasiun Wasa dibuka pada Desember 1930 dan tempat ini adalah stasiun satu-satunya di Hidakagawa. Jumlah penumpang dari stasiun ini rata-rata 150 penumpang tiap hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Bupati Sleman Evaluasi Kendaraan Dinas untuk Hemat BBM

Bupati Sleman Evaluasi Kendaraan Dinas untuk Hemat BBM

Sleman
| Rabu, 08 April 2026, 19:57 WIB

Advertisement

Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis

Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis

Wisata
| Minggu, 05 April 2026, 21:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement