KAMPUS JOGJA : UII Miliki Wall Climbing Standar Internasional Senilai Rp740 juta

Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja - Dok)
09 Mei 2015 00:20 WIB Redaksi Solopos News Share :

Kampus Jogja UII kini memiliki arena panjat tebing buatan seharga Rp740 juta.

Harianjogja.com, SLEMAN - Universitas Islam Indonesia (UII) kini memiliki arena panjat tebing buatan atau wall climbing berstandar internasional sebagai sarana latihan mahasiswa.

"Wall climbing yang tingginya 18 meter itu menghabiskan anggaran sebesar Rp740 juta, dengan waktu pengerjaan sekitar lima bulan," kata Wakil Rektor III Universitas Islam Indonesia (UII) Abdul Jamil, Kamis (7/5/2015).

Pada peresmian wall climbing UII, ia mengatakan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) UII yang sudah banyak pengalaman mengenai hal itu juga dilibatkan langsung dalam tim pembuatan arena panjat tebing tersebut.

Menurut dia, upaya pembangunan wall climbing tersebut tidak cuma-cuma, mahasiswa juga perlu diajari bentuk tanggung jawab yang baik karena universitas sudah memberikan fasilitas kepada mahasiswa maka harus ada timbal balik terkait dengan itu.

"Rencananya pada 29 Mei 2015 akan diselenggarakan lomba wall climbing untuk tingkat SMA dan umum. Panitia penyelenggara dan pelaksanaannya diserahkan kepada Mapala UII sehingga rasa tanggung jawab itu akan tertanam dalam diri mereka," katanya.

Ia mengatakan upaya UII dalam rangka mendukung kegiatan-kegiatan mahasiswa yang bersifat positif masih terus dilakukan secara intensif.

Bentuk dukungan tersebut bermacam-macam, mulai dari dukungan dalam bentuk akademik, pemberian dana sampai dengan pemberian fasilitas yang memadai.

"Upaya itu memang belum sepenuhnya bisa meng-'cover' semua kegiatan mahasiswa, namun setidaknya satu per satu kegiatan mahasiswa sudah mulai banyak diperhatikan oleh universitas," katanya.

Perwakilan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Andi Hirawan mengatakan pembangunan fasilitas latihan panjat tebing itu diharapkan bisa menambah prestasi atlet panjat tebing UII khususnya dan DIY pada umumnya.

"Kami juga mengapresiasi langkah UII dalam rangka mendukung olahraga panjat tebing tersebut dengan cara menyediakan fasilitas yang memadai," katanya.