UN ONLINE 2015 : 6 SMK Lolos Verifikasi UN CBT

Siswa kelas XII SMK Negeri 2 Depok menjalani uji coba pelaksanaan Ujian Nasional (UN) bersistem computer based test (CBT), Jumat (27/3/2015). (JIBI/Harian Jogja - Rima Sekarani I.N.)
28 Maret 2015 04:20 WIB Rima Sekarani News Share :

UN online 2015 akhirnya dilaksanakan di enam SMK di Sleman.

Harianjogja.com, SLEMAN-Semua SMK yang menjalani verifikasi calon penyelenggara Ujian Nasional (UN) bersistem computer based test (CBT) di Kabupaten Sleman dinyatakan lolos. Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Sleman mengimbau pihak sekolah untuk memantapkan segala persiapan.

Sekolah yang dinyatakan lolos verifikasi adalah SMK Negeri 2 Depok, SMK Negeri 1 Seyegan, SMK Negeri 1 Godean, SMK Negeri 1 Kalasan, SMK Muhammadiyah Prambanan, dan SMK Penerbangan AAG Adisucipto.

“Ada enam sekolah yang menyatakan kesediaannya dan semuanya lolos verifikasi,” ungkap Kepada Bidang Kurikulum dan Kesiswaan Disdikpora Sleman, Eri Widaryana, Jumat (27/3/2015).

Keenam sekolah tersebut kemudian mendapatkan pengarahan lebih lanjut terkait teknis persiapan dan pelaksanaan UN CBT.

“Kemarin sudah kami kumpulkan kepala sekolahnya. Persiapan harus dimatangkan, terutama tes ketahanan sarana prasarananya,” jelas Eri.

Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMK Negeri 2 Depok, Sriyana membenarkan bahwa 466 siswa kelas XII di sekolahnya positif menjadi peserta UN CBT.

“Sekarang sedang uji coba. Ini adalah tahap kedua yang kami gelar sejak kemarin Kamis,” katanya, saat ditemui SMK Negeri 2 Depok, Jumat pagi.

Sriyana memaparkan, uji coba tahap kedua dirancang mirip ujian sesungguhnya. Ada lima ruang yang disiapkan. Para siswa sudah dibagi untuk mengikuti uji coba yang terdiri dari tiga shift. Mereka lalu mengerjakan soal dengan tata cara dan waktu sesuai ketentuan UN CBT.

“Uji coba tahap pertama dulu baru pengenalan saja. Kalau sekarang sudah komplet. Kemarin uji coba untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, hari ini matematika, dan besok Sabtu uji coba Bahasa Inggris,” ujar Sriyana.

Kepala SMK Negeri 2 Depok, Aragani Mizan Zakaria menambahkan, pendalaman materi diberikan kepada siswa secara intensif. “Sikap anak-anak kami serius dan merasa punya tanggung jawab mendapat nilai tinggi. Meski ujian sekolah sudah berlalu, mereka hadir tepat waktu untuk belajar,” ucapnya.

Aragani mengakui, siswa-siswanya sempat merasa canggung saat menjalani uji coba UN CBT. Namun, mereka kemudian bisa menyesuaikan dengan sistem itu.

“Anak-anak tidak perlu repot menghitamkan lembar jawab. Mereka juga bisa mengukur waktunya. Jika ada yang terlewat atau salah, bisa diulangi juga,” ungkapnya.

Muhammad Zaki Ardian, siswa kelas XII SMK Negeri 2 Depok mengatakan sistem CBT membuatnya bisa mengerjakan soal lebih cepat.

“Lebih cepat karena tidak perlu menghitamkan lagi. Biasanya selesai dua jam, tapi sekarang satu setengah sudah pada kelar. Kendalanya hanya agak pusing kalau terlalu lama lihat layar komputer,” kata siswa jurusan Teknik Perbaikan Bodi Otomotif itu.