BUNUH DIRI GUNUNGKIDUL : Sarino Sempat Tulis Surat Permintaan Maaf

Ilustrasi jenazah korban overdosis obat-obatan (JIBI/Solopos - Dok.)
29 Januari 2015 06:20 WIB David Kurniawan News Share :

Bunuh diri Gunungkidul, sebelum mengakhiri hidup, Sarino menulis surat permintaan maaf.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Sarino, 58, warga Pakem Tegal, Pakembinangun, Sleman ditemukan tewas membusuk di area pemakaman di Dusun Kwangen Lor, Desa Pacarejo, Semanu, Rabu (28/1/2015). Diduga, korban nekat mengakhiri hidup karena terlilit utang, dan tak bisa mengembalikan motor saudaranya yang digadaikan.

Kepala Unit Bimbingan Masyarakat (Bimas) Polsek Semanu, Iptu Suko Rahmadi mengatakan setelah menerima laporan dari warga, petugas langsung datang ke lokasi untuk memeriksa jasad korban. Dari hasil olah tempat kejadian perkara, penyebab kematian korban diduga karena bunuh diri.

“Tidak ada bekas luka ditubuh korban, dugaan awal dia mati karena bunuh diri. Sebab, tak jauh dari jasad korban, petugas menemukan cairan di dalam botol minuman ringan,” kata Suko, kemarin (28/1/2015).

Dia menjelaskan, petugas juga menemukan dompet yang berisi SIM, obat-obatan, serta uang tunai seribu rupiah. Selain itu, juga diketemukan sepucuk surat wasiat yang berisi permintaan maaf karena telah menggadaikan motor milik kakaknya.

“Di dalamnya, korban mengaku tidak bisa menebus motor yang digadaikan sehingga meminta maaf. Hal inilah yang juga menguatkan dugaan jika korban meninggal karena bunuh diri,” paparnya.

Suko menambahkan, keberadaan korban di komplek pemakanan sudah diketahui warga sejak Minggu ( 25/1) lalu. Namun, warga tidak menaruh curiga, sebab ia diduga sebagai orang gila. “Warga baru tahu, saat ada pengunjung makam yang menemukan jasad orang meninggal,” kata dia.