Advertisement
SNMPTN 2015 : Rekam Jejak Sekolah Diperlukan, Ini Alasannya
Advertisement
SNMPTN 2015 mengalami perubahan. Saat mengisi PDSS, siswa juga diwajibkan menyertakan rekam jejak sekolah.
Harianjogja.com, JOGJA-Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2015 memiliki sedikit perbedaan. Siswa juga diwajibkan menyertakan rekam jejak sekolah.
Advertisement
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Gadjah Mada (UGM), Iwan Dwiprahasto mengatakan langkah ini ditempuh mengingat Perguruan Tinggi Negeri (PTN) belum dapat mengetahui tingkat kevalidan nilai Ujian Akhir Nasional (UAN) siswa.
“Kalau SNMPTN, bisa jadi sekolah memberi penambahan nilai. Tapi kalau SBMPTN ada ujian tulis yang lebih mencerminkan kemampuan siswa. Karena siswa mengerjakan soal yang kisi-kisinya sudah disesuaikan dengan kebutuhan PTN,” tegasnya, Kamis (22/1/2015).
Oleh karena itu nilai rapor siswa tidak menjadi acuan diterimanya siswa di PTN.
Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) tahun ajaran ini masih sama dengan tahun lalu. Pendaftaran akan terbuka bagi siswa SMA, SMK, MA, bahkan SRRI (Sekolah Rakyat Republik Indonesia) yang berada di luar negeri. PMB juga terbuka bagi kaum disabilitas.
“Kami tidak mendiskriminasikan SMA harus berapa, SMK berapa, difabelnya berapa. Terbuka untuk semuanya,” tegas Iwan.
Iwan berharap agar kepala sekolah segera mengisikan PDSS. Semakin mereka menunda maka semakin tidak memiliki rekam jejak. PTN tetap memberi dorongan agar semua terlibat meski hanya satu siswa yang berminat.
Adapun proses pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) dimulai 22 Januari-8 Maret 2015.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sejumlah Kota Besar
- Qatar Tegaskan Tidak Berperang dengan Iran, Klaim Hak Bela Diri
- Iran Memanas, 15 WNI di Teheran Siap Dievakuasi Lewat Azerbaijan
- KPK Duga Perusahaan Rokok Jateng-Jatim Terlibat Korupsi Cukai
- KPK Siap Usut Dugaan Korupsi Bea Cukai hingga Kanwil
Advertisement
Ganti Rugi Tol Jogja-YIA di Wates Cair hingga Rp6 Miliar per Bidang
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- THR 2026 Harus Lunas H-7 Lebaran, Tak Boleh Dicicil
- Gempa Dangkal Magnitudo 6,4 Guncang Sinabang Aceh
- Tanah Longsor di Sriharjo Bantul, Batu Besar Jebol Tembok Rumah Warga
- Sebut Anggaran MBG Fantastis, Mahasiswa Bantul Tuntut Evaluasi Total
- Volume Sampah Ramadan di Jogja Naik, DLH Pastikan Depo Tetap Kosong
- Imunisasi Anak Mudik Lebaran Disarankan 14 Hari Sebelumnya
- Dampak Konflik Timur Tengah, 15 Penerbangan di Bandara Soetta Batal
Advertisement
Advertisement



