SD Negeri di Tanjungsari Gunungkidul Dibobol Maling Proyektor Raib
Tiga proyektor SD Negeri 1 Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul hilang dicuri. Polisi masih selidiki kasus dengan kerugian mencapai Rp10 juta.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul menegaskan tidak ada unsur perploncoan dalam masa orientasi siswa baru tahun ajaran 2014-2015. Harapannya, materi yang diberikan memberikan dampak positif dalam proses adaptasi siswa baru.
Sekretaris Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rasyid mengatakan masa orientasi siswa benar-benar diberikan untuk mempermudah peserta didik baru untuk menyesuaikan dengan lingkunganyang baru. Selain itu, dalam prosesnya tidak boleh memberatkan atau menyusahkan siswa-siswi baru.
“Kepala sekolah yang bersangkutan harus berperan aktif untuk melakukan pengontrolan. Jangan sampai, ada tindakan yang merugikan semua pihak,” katanya, Selasa (15/6/2014).
Dia mengimbau, kelengkapan alat yang digunakan dalam ospek harus benar-benar memberikan manfaat. Jangan sampai, alat yang dibutuhkan terkesan hanya bentuk dari pembodohan atau tidak memberikan manfaat kepada peserta.
“Kalau hanya mengikuti tren, buat apa? Lebih baik kelengkapan itu benar-benar memberikan manfaat. Sampai saat ini juga tidak ada hal-hal yang menjurus ke arah perploncoan,” katanya.
Berdasarkan pantauan yang dilakukan kemarin, tak ada yang mencolok di pelaksanaan ospek di SMA Negeri 1 Wonosari. Hanya, peserta didik perlu melengkapi data diri dengan membuat kartu tanda pengenal. Sementara itu, dari sisi pakaian atau riasan, juga tidak terlihat hal yang aneh-aneh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tiga proyektor SD Negeri 1 Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul hilang dicuri. Polisi masih selidiki kasus dengan kerugian mencapai Rp10 juta.
Jungkook BTS buka lowongan videografer dan editor untuk BTS WORLD TOUR ARIRANG. Simak kriteria dan peluang langka bergabung dengan tur dunia BTS di sini.
FIFA memperkenalkan lagu Dai Dai dari Shakira dan Burna Boy untuk Piala Dunia 2026. Berikut sejarah anthem resmi Piala Dunia.
Bojan Hodak dikabarkan meninggalkan Persib Bandung setelah membawa Maung Bandung meraih tiga gelar Liga Indonesia beruntun.
Kesbangpol Bantul berkoordinasi terkait polemik penolakan Gereja GMS di Sewon yang dipersoalkan soal perizinan rumah ibadah.
Sebanyak 57 biksu peserta Indonesia Walk for Peace 2026 tiba di Jogja dan disambut Sri Sultan sebelum melanjutkan perjalanan ke Borobudur.