Jejak Romusha Pekanbaru Dikenang, Keluarga Korban dari Belanda Datang
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Aktifis perempuan Ratna Sarumpaet memberi keterangan tentang kasus penganiyaannya yang tersebar ke media sosial saat konferensi pers di rumahnya, Kampung Melayu kecil, Jakarta, Rabu (3/10/2018). /Suara.com-Muhaimin A Untung
Harianjogja.com, JAKARTA--Ratna Sarumpaet, terdakwa kasus penyebaran berita bohong mengakui telah menjalani operasi plastik sebanyak empat kali.
"Saya sudah operasi empat kali," kata Ratna saat memberikan keterangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (14/5/2019).
Ratna mengatakan bahwa dirinya mulai operasi plastik sejak berusia 45 tahun. Ratna menceritakan bahwa awalnya merasa malu untuk mengakui bahwa dirinya akan melakukan operasi plastik, walaupun sudah melakukannya beberapa kali.
"Pada awalnya saya berniat untuk operasi plastik sedot lemak, walaupun saya sudah beberapa kali melakukan hal itu. Mungkin karena saya merasa sudah ada umur dan saya malu, saya berusaha menutupi. Waktu saya berangkat mau ke bina estetika saya bilang ke Bandung," kata Ratna.
Ia juga mengatakan bahwa keempat operasinya tersebut berhasil. Hanya saja efek pasca operasi terakhirnya agak sedikit berbeda dengan operasi-operasi sebelumnya.
"Kalo sebelum yang terakhir ini, ketika hari ketiga sudah bagus" katanya.
Namun di operasi ke empat, terjadi efek pasca operasi yang berbeda dari sebelumnya yang membuat wajah Ratna lebam. "Dokter mengatakan dampak berbeda-beda pada setiap orang tergantung kondisi, jadi saya pikir saya tidak perlu komplain. jadi bisa saja berubah," ujar Ratna.
Dengan kondisi muka yang lebam pasca operasi, Ratna terpaksa harus pulang karena ada beberapa jadwal yang harus diikuti dan mulai menceritakan kepada 2 anaknya dan beberapa orang stafnya bahwa dirinya dianiaya.
"Saya tidak tau apa sebabnya saya harus mencari alasan. Saya panik mungkin, itu di luar kebiasaan saya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.