Trump Tolak Tawaran Iran, Harga Minyak Dunia Kembali Melonjak
Harga minyak dunia melonjak setelah Trump menolak tawaran damai Iran. Brent naik ke US$106,31 dan WTI US$93,62 per barel.
Sandiaga Uno saat berkunjung ke Pasar Beringharjo, Kamis (30/8/2018). /Harian Jogja-Irwan A. Syambudi
Harianjogja.com, TANGERANG-- Keberlangsungan pangan menjadi perhatian Calon Wakil Presiden, Sandiaga Salahudin Uno. Ia mengajak kaum "milenial" untuk menjadi petani dan nelayan demi ketahanan pangan Indonesia.
"Bayangkan kalau tidak ada lagi anak Indonesia yang menjadi petani atau nelayan, bangsa ini menjadi bangsa konsumsi," katanya di Desa dan kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (13/5/2019).
Sandiaga mengatakan bahwa bila diperhatikan semakin hari usia petani dan nelayan rata-rata diatas 50 tahun.
Cawapres yang mendampingi Prabowo Subianto itu mengemukakan saat menggelar dialog dengan para perani dan nelayan dalam acara sosialisasi OK OCE Tani.
Dia mengatakan mari bangkitkan "milenial" untuk bekerja di bidang pertanian dan nelayan dengan sistem jaman now, mengunakan teknologi.
Cawapres nomor urut 02 itu pernah bertemu petani "milenial" bernama Rahman di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.
Bahkan Rahman bersama abang dan adiknya, pria yang belum berumur 30 tahun itu mengelola perusahaan beras dengan produksi 250 ton per hari, mengelola sawah seluas 300 hektare.
Kabupaten Sidrap memang salah satu daerah lumbung pangan, di Sulawesi Selatan penghasil beras terbesar di Indonesia.
Rahman adalah salah satu pengusaha beras yang bekerjasama dengan food station DKI Jakarta untuk memenuhi kebutuhan beras warga ibukota.
Menurut dia, ini merupakan salah program Sandiaga Uno yang dijalankan saat menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta dan pemenuhan janjinya untuk harga kebutuhan pokok yang stabil dan terjangkau.
"Jadi kalau para \'milenil\' ikut bertani dan nelayan, ketahanan pangan kita semakin solid.
Apalagi dengan revolusi industri 4.0 yang bisa menjadi solusi pertanian dan nelayan dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas pangan, " katanya.
Sehingga semboyan OK OCE Tani Nelayan : Mandiri, Jujur Peduli, dan Sejahtera, benar-benar terwujud.
Dalam kesempatan itu Sandi juga berterima kasih kepada warga Kecamatan Kronjo yang pada 17 April 2019 memutuskan untuk melakukan perubahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Harga minyak dunia melonjak setelah Trump menolak tawaran damai Iran. Brent naik ke US$106,31 dan WTI US$93,62 per barel.
Dana Rp20 triliun untuk BPJS Kesehatan akan dicairkan dua tahap pada Oktober dan November 2026 untuk memperkuat keuangan.
Indonesia dan Malaysia masih 0-0 pada babak pertama FIFA ASEAN Cup 2026. Thom Haye mendapat kartu merah dan Garuda bermain 10 pemain.
Kemenhaj memvalidasi 5,7 juta data jamaah dan menemukan 400 ribu data invalid. Antrean haji secara faktual kini rata-rata 14 tahun.
WJNC kembali digelar pada Oktober 2026. Pemkot Jogja menargetkan 60.000 pengunjung sekaligus mendorong lama tinggal wisatawan.
JABFEST 2026 digelar 30 September-12 Oktober di The Ratan dengan menghadirkan Alissa Wahid, Martin Suryajaya hingga Saut Situmorang.