Produktivitas Jadi Tantangan, SDM Pekebun Sawit Terus Diperkuat

Newswire
Newswire Kamis, 24 September 2026 17:12 WIB
Produktivitas Jadi Tantangan, SDM Pekebun Sawit Terus Diperkuat

Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit menyasar pekebun swadaya di 26 provinsi untuk meningkatkan kompetensi dan produktivitas. /Istimewa.

Harianjogja.com, JAKARTA— Badan Pengelola Dana Perkebunan bersama Direktorat Jenderal Perkebunan melaksanakan Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi pekebun sawit swadaya di Indonesia.

Program tersebut menggandeng berbagai lembaga pelatihan dan menyasar pekebun yang tersebar di 26 provinsi penghasil sawit. Peningkatan kompetensi menjadi salah satu fokus utama untuk menjawab tantangan produktivitas yang dihadapi pekebun swadaya dalam lanskap bisnis kelapa sawit.

Dalam sinergi tersebut, BPDP berperan sebagai penyedia dana program sekaligus memastikan jumlah penerima manfaat terus meningkat setiap tahunnya.

“Harapannya akan semakin banyak penerima manfaat dan semakin besar dampak yang bisa dihasilkan,” ucap Mohammad Alfansyah selaku Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir, Kamis (24/9/2026).

Investasi SDM Sawit Berdampak Jangka Panjang

Menurut Alfansyah, investasi dalam pengembangan sumber daya manusia perkebunan merupakan perjalanan panjang dalam lanskap bisnis kelapa sawit Indonesia.

Hal tersebut berkaitan dengan periode produktif tanaman kelapa sawit yang bisa mencapai maksimal 25 tahun. Karena itu, investasi pada kompetensi pekebun diharapkan dapat memberikan dampak dalam jangka panjang.

“Dampaknya bisa 5 atau 10 tahun mendatang. Hari ini menjadi awalan untuk menciptakan ekosistem bisnis bagi pekebun swadaya yang lebih berdaya saing,” tambah Alfansyah.

Dengan hampir 7 juta hektare lahan sawit dan sekitar 2,6 juta pekebun, pekebun swadaya memegang peran krusial dalam lanskap bisnis kelapa sawit.

Namun, sejumlah persoalan masih menjadi penghambat mendasar dalam upaya meningkatkan produktivitas. Persoalan tersebut antara lain pemahaman dasar mengenai Good Agriculture Practices (GAP), akses terhadap bibit tersertifikasi, hingga tuntutan regulasi global.

Jadi Penghubung dengan Program Strategis

Program Pengembangan SDM PKS juga menjadi penghubung bagi pekebun sawit dengan sejumlah program strategis lainnya.

Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Kementerian Pertanian Iim Mucharam mengatakan program tersebut tidak hanya menyasar pengetahuan, tetapi juga menjadi sarana bagi pekebun untuk mengikuti perkembangan isu maupun peraturan terbaru dalam bisnis kelapa sawit.

“Selain menyasar pengetahuan, program ini menjadi penghubung pekebun untuk mengikuti isu maupun peraturan terbaru dalam bisnis kelapa sawit,” ujar Iim.

Menurut dia, pekebun juga berpeluang mengakses program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) hingga memperoleh informasi mengenai kewajiban sertifikasi keberlanjutan seperti Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

Karena itu, Program Pengembangan SDM PKS menjadi bagian penting dalam penguatan perkebunan kelapa sawit. Program tersebut tidak hanya menyasar pengetahuan dan kompetensi, tetapi juga bertujuan membentuk ekosistem yang mendorong produktivitas dan daya saing pekebun swadaya.

Gelar 211 Kelas

Direktur LPP Agro Nusantara Pranoto Hadi Raharjo mengatakan pihaknya memahami visi besar yang ingin dicapai melalui Program Pengembangan SDM PKS.

“Ini bukan hanya sekadar pelatihan untuk menambah pengetahuan. Ini adalah langkah yang kita harap bisa membawa dampak besar bagi pekebun,” ujar Pranoto.

Menurutnya, Program Pengembangan SDM PKS menjadi sarana transfer pengetahuan dan keterampilan. Keberhasilan bagi pemateri, kata dia, bukan hanya diukur dari kemampuan memberikan materi, tetapi juga dari kemampuan mengubah perilaku kerja pekebun di lapangan.

Dengan perubahan perilaku kerja tersebut, kontribusi pekebun terhadap bisnis kelapa sawit diharapkan semakin optimal. Dalam tiga tahun terakhir, LPP Agro Nusantara dipercaya menyelenggarakan sebanyak 211 kelas dengan 6.439 peserta.

“Angka ini tentu bukan hanya sekadar capaian, tapi kepercayaan atas kemampuan kami menyampaikan materi yang praktikal dan sesuai dengan kebutuhan pekebun swadaya.”

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online