Bawaslu Jayapura Dalami Faktor Penyebab Keterlambatan Logistik

Newswire
Newswire Jum'at, 19 April 2019 16:37 WIB
Bawaslu Jayapura Dalami Faktor Penyebab Keterlambatan Logistik

Ilustrasi. /Harian Jogja-Gigih M. Hanafi

Harianjogja.com, JAYAPURA--Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Jayapura, Provinsi Papua, sedang mendalami  penyebab sehingga Distrik Abepura dan Distrik Jayapura Selatan harus melakukan pemilihan susulan pada Kamis (18/4/2019). 

"Jika perlu ditindaklanjuti maka disampaikan dalam pleno internal Bawaslu Kota Jayapura, kemudian akan diputuskan apakah itu mau ditindak lanjuti atau tidak," kata Komisioner Bawaslu Kota Jayapura, Hardin Halidin, di Jayapura, Jumat (19/4/2019). 

Menurut Hardin, kalau memang ditindak lanjut maka itu pasti ada langkah-langkah yang diambil, misalnya, memanggil pihak-pihak yang bertanggung jawab di dalamnya.

Itu hanya seandainya, kata dia, jika pihaknya sudah memutuskan bahwa betul pleno memutuskan ditindak lanjuti maka akan ditindak lanjuti.

"Kalau sudah dinyatakan bahwa perlu ditindak lanjuti atau layak untuk ditindaklanjuti maka kemudian kita akan memanggil pihak-pihak yang dianggap berkontribusi dalam kelalaian yang mengakibatkan adanya pemilu susulan itu," tuturnya.

Sebelumnya, sedikitnya 704 TPS di Distrik Abepura dan Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Provinsi Papua, terpakasa harus menunda pencoblosan karena keterlambatan menerima logistik pemilu.

"Di Distrik Abepura ada 369 TPS dan di Jayapura Selatan ada 338 TPS. Hanya saja di Jayapura Selatan sudah ada tiga TPS di dua kampung yang mencoblos, sehingga tinggal 335 TPS. Jadi total 704 TPS yang belum atau ditunda," ujar Hardin.

Kedua distrik itu baru menerima logistik pemilu dan melaksanakan pemungutan suara dan pencoblosan susulan pada Kamis.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : antara

Share

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online