Prabowo Minta TNI Utamakan Prestasi, Bukan Senioritas
Prabowo meminta TNI mengutamakan sistem prestasi, bukan sekadar senioritas, serta memperkuat sinergi lintas lembaga dan penguasaan teknologi.
Yusril Ihza Mahendra - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA— Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengaku belum menerima laporan terkait dugaan pesta narkotika jenis sabu bersama warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Depok.
Yusril mengatakan persoalan tersebut masih belum jelas. Dia juga belum mendapatkan laporan dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan mengenai dugaan pesta sabu yang melibatkan oknum pegawai dan WBP tersebut.
"Belum clear masalah itu dan saya juga belum mendapat laporan dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan," ucap Yusril dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.
Yusril Fokus Penertiban Lapas dan Rutan
Meski belum menerima laporan mengenai dugaan pesta sabu di Rutan Depok, Yusril mengatakan dirinya sedang fokus terhadap berbagai persoalan yang terjadi di lembaga pemasyarakatan (lapas) maupun rutan dalam beberapa waktu terakhir.
Perhatian tersebut terutama meningkat setelah adanya temuan Ombudsman RI di Lapas Cibinong beberapa waktu yang lalu.
Dalam waktu dekat, Yusril akan melakukan rapat koordinasi dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kepolisian, serta Ombudsman. Rapat tersebut akan membahas berbagai langkah penertiban lapas di Indonesia secara lebih sistematis.
Rencana tersebut dilakukan di tengah adanya sejumlah perubahan di institusi penegak hukum dan pemasyarakatan. Baru-baru ini terjadi pergantian Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), sementara Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imipas mengundurkan diri dan sedang disiapkan penggantinya.
Yusril berharap penyegaran tersebut dapat memperkuat kerja sama antarlembaga, khususnya dengan Polri hingga Badan Narkotika Nasional (BNN) RI.
Menurut dia, kerja sama tersebut penting mengingat mayoritas narapidana yang berada di lapas tersandung kasus narkoba.
Oknum Pegawai Rutan Depok Diproses Hukum
Sebelumnya, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Barat telah mengambil tindakan tegas terhadap oknum pegawai yang diduga terlibat pesta narkotika jenis sabu bersama WBP di Rutan Depok.
Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Ditjenpas Jawa Barat Yudi Suseno mengatakan pihaknya telah mengambil langkah hukum terhadap oknum pegawai yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut.
“Penanganannya dari hasil pemeriksaan yang masih berjalan. Untuk pegawainya yang terkait, dari kemarin Karutan (Kepala Rutan) sudah buat LP (Laporan Polisi) dan sedang ditindaklanjuti,” kata Yudi saat dikonfirmasi di Bandung, Senin.
Tidak hanya oknum pegawai, Ditjenpas juga mengambil tindakan terhadap WBP yang diduga terlibat dalam pesta narkotika tersebut.
WBP yang diduga terlibat telah dipindahkan ke lembaga pemasyarakatan lain sebagai bagian dari penanganan kasus tersebut.
“Untuk warga binaannya sudah digeser ke lapas lain,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Prabowo meminta TNI mengutamakan sistem prestasi, bukan sekadar senioritas, serta memperkuat sinergi lintas lembaga dan penguasaan teknologi.
Gebyar Batik Sleman 2026 digelar dengan bazar, diskon hingga 50 persen, serta edukasi sertifikasi halal bagi pelaku IKM.
Tarif listrik kuartal IV 2026 segera ditetapkan. Bahlil Lahadalia memberi sinyal tarif listrik kemungkinan tidak mengalami kenaikan.
Dua harimau Sumatra lahir di Kebun Binatang Fort Worth, Texas, menjadi simbol komitmen konservasi dan persahabatan Indonesia-AS.
Pilur Bantul di 30 kalurahan berjalan lancar. DPRD meminta lurah terpilih merangkul semua elemen dan menjaga kebersamaan warga.
Malioboro full pedestrian akhir November 2026 dikhawatirkan membuat ojol terlambat mengambil order makanan dan berdampak pada performa driver.