Mengapa Jokowi Tak Langsung Ungkapkan Kemenangan? Begini Jawaban Yenny Wahid

Newswire
Newswire Kamis, 18 April 2019 11:47 WIB
Mengapa Jokowi Tak Langsung Ungkapkan Kemenangan? Begini Jawaban Yenny Wahid

Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo disambut warga usai memberikan keterangan terkait hasil hitung cepat Pilpres 2019 di Jakarta, Rabu (17/4/2019)./Bisnis-Abdullah Azzam

Harianjogja.com, JAKARTAdo - Joko Widodo tidak mengungkapkan kemenangan meski hitung cepat menunjukkan dirinya memenangkan Pilpres 2019, Kamis (18/4/2019). Putri Presiden keempat RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid, mengatakan bahwa Joko Widodo (Jokowi) adalah individu yang rendah hati sehingga tidak akan mengklaim telah memenangkan pemilihan presiden (pilpres) 2019 sebelum disampaikan secara resmi oleh KPU.

"Pak Jokowi kan orangnya rendah hati dan sederhana. Beliau bukan orang yang suka \'geeran\' [gede rasa]. Beliau tidak ingin mendahului kehendak-Nya dan walaupun semua rata-rata \'quick count\' menunjukkan [kemenangan] Pak Jokowi dan margin cukup jauh, sehingga walaupun ada perbedaan dengan KPU nanti, perbedaannya pasti sedikit sekali dan tetap hasilnya Pak Jokowi akan menang," kata Yenni di Djakarta Theater, Jakarta, Rabu (17/4/2019) sore.

Yenni mengucapkan hal itu seusai Jokowi menyampaikan pernyataan resmi menanggapi hasil "quick count" atau hitung cepat beberapa lembaga yang menunjukkan kemenangan Joko Widodo-Ma\'ruf Amin.

Jokowi dalam pernyataannya mengatakan ia meminta masyarakat dan pendukungnya bersabar menunggu penghitungan resmi KPU meski dari indikasi "exit pool" dan "quick count" menunjukkan kemenangan Jokowi-Ma\'ruf Amin.

"Namun beliau akan patuh pada konstitusi, UU dan lembaga-lembaga berwenang untuk mengumumkan hasil pemilu secara resmi karena KPU adalah pihak yang independen, semua harus mengikuti hasil KPU," tambah Yenny.

Berbeda dengan Jokowi,  Prabowo Subianto mengklaim bahwa ia dan Sandiaga Uno memenangkan Pilpres 2019 versi hitung cepat mereka yaitu 52,2 persen.  Bahkan, Prabowo menuduh lembaga-lembaga survei yang merilis hasil hitung cepat sebagai upaya menggiring opini.

"Kita tidak ingin bersikap arogan dan mendeklarasikan kemenangan terlalu dini. Yang ingin kita lakukan adalah kita biarkan saja, biarkan opini di masyarakat itu berdasarkan data yang dilansir pihak independen," ungkap Yenny.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online