Indonesia-Chile Siapkan Kemitraan Mineral Hijau dan Industri Baterai
Indonesia mengusulkan Green Minerals Partnership dengan Chile untuk memperkuat kerja sama mineral kritis, baterai, pertambangan, dan investasi.
Ilustrasi. /Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, JAYAPURA--Tidak dilaksanakannya pemilu di Distrik Abepura dan Jayapura Selatan, Rabu (17/4/2019) kemarin membuat Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano akan melayangkan protes keras kepada KPU setempat. Benhur bahkan berencana mengajukan gugatan.
Benhur mengatakan, KPU harus bertanggung jawab terkait masalah ini. Apalagi Pemkot setempat telah mengeluarkan dana hibah Rp 6,5 miliar untuk penyelenggaraan pemilu 2019.
“Kesiapan pengamanan hingga pelepasan logistik kita lakukan dan semua dikatakan siap untuk dilakukan. Saya minta KPU bertanggung jawab,” kata Benhur saat meninjau salah satu TPS di Distrik Muara Tami, Rabu kemarin.
Ia kemudian meminta pelaksanaan pemungutan suara yang rencanannya akan dilaksanakan hari ini harus diawasi dengan baik, jangan sampai ada sabotase yang akan dilakukan oleh pihak lain.
“Kotak suara harus dijaga, jangan sampai ada permainan di dalam,” ujarnya.
Selian Benhur, sejumlah warga yang siap untuk memberikan hak suaranya juga menyampaikan protes. Contohnya warga di Kampung Koya Koso, Distrik Abepura yang menunggu hingga hingga pukul 13.00 WIT, namun logistik tak kunjung tiba di TPS.
Pelaksana Tugas Kepala kampung Koya Kosso, Gidion Wasai menyebutkan masyarakat marah, karena tak ada jawaban pasti dari penyelenggara pemilu.
Mendengar langsung keluhan warga, Benhur meminta KPU harus mempertanggungjawabkan hal ini.
“Saya minta warga laporkan dan tuntut mereka [KPU] karena ini di Kota Jayapura, bukan di pedalamaan yang mengalami kendala,” ujar Benhur.
Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano akan melayangkan protes keras kepada KPU setempat. Benhur bahkan berencana mengajukan gugatan terkait tak dilaksanakannya pemilu pada Distrik Abepura dan Jayapura Selatan, Rabu.
Benhur mengatakan, KPU harus bertanggung jawab terkait masalah ini. Apalagi Pemkot setempat telah mengeluarkan dana hibah Rp 6,5 miliar untuk penyelenggaraan pemilu.
“Kesiapan pengamanan hingga pelepasan logistik kita lakukan dan semua dikatakan siap untuk dilakukan. Saya minta KPU bertanggung jawab,” kata Benhur saat meninjau salah satu TPS di Distrik Muara Tami, Rabu (17/4/2019) kemarin.
Ia kemudian meminta pelaksanaan pemungutan suara yang rencanannya akan dilaksanakan hari ini harus diawasi dengan baik, jangan sampai ada sabotase yang akan dilakukan oleh pihak lain.
“Kotak suara harus dijaga, jangan sampai permainan di dalam,” ujarnya.
Selian Benhur, sejumlah warga yang siap untuk memberikan hak suaranya juga menyampaikan protes. Contohnya warga di Kampung Koya Koso, Distrik Abepura yang menunggu hingga hingga pukul 13.00 WIT, namun logistik tak kunjung tiba di TPS.
Pelaksana Tugas Kepala kampung Koya Kosso, Gidion Wasai menyebutkan masyarakat marah, karena tak ada jawaban pasti dari penyelenggara pemilu.
Mendengar langsung keluhan warga, Benhur meminta KPU harus mempertanggungjawabkan hal ini.
“Saya minta warga laporkan dan tuntut mereka (KPU) karena ini di Kota Jayapura, bukan di pedalamaan yang mengalami kendala,” ujar Benhur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Indonesia mengusulkan Green Minerals Partnership dengan Chile untuk memperkuat kerja sama mineral kritis, baterai, pertambangan, dan investasi.
Rektor ISI Jogja Irwandi dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Fotografi dan menjadi dosen pertama yang meraih profesor lewat jalur karya seni.
Pemerintah dan DPR memfinalisasi RUU Pelindungan Ketenagakerjaan yang direncanakan disahkan dalam Rapat Paripurna DPR RI.
Krisis air akibat kemarau diperkirakan masih membayangi sejumlah wilayah RI hingga November 2026. Kementerian PU menyiapkan mitigasi.
DPRD Kota Jogja mendorong Raperda P4GN untuk memperkuat pencegahan, pemberantasan, perlindungan, dan rehabilitasi narkotika.
KPK mendalami mekanisme penerimaan mahasiswa baru Unsoed melalui jalur mandiri dengan memeriksa sejumlah saksi kasus dugaan korupsi.