Jokowi-Ma'ruf Raih 80% di Solo, Wali Kota Solo Menganggap BPN Salah Perhitungan

Ketua DPC PDIP Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, mencukur rambutnya seusai mengetahui hasil perolehan suara Jokowi-Maruf mencapai 80% di Solo, Rabu (17/4/2019). - JIBI/Solopos/Sunaryo Haryo Bayu
17 April 2019 22:47 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi News Share :

Harianjogja.com, SOLO -- Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Solo sekaligus Wali Kota Solo, F. X. Hadi Rudyatmo menyebut Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno membuat kesalahan saat memindahkan kantor pusat ke Solo. 

Kota kelahiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu sudah lama dikenal sebagai kandang banteng yang memiliki kader militan. Terlebih, BPN sering membuat pernyataan yang tak sesuai kondisi sebenarnya. 

Hal itu disampaikan Rudy, sapaan akrabnya, setelah mengantongi data perolehan suara bagi pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin yang sukses di atas 80%. “Sudah sesuai target. Kami menargetkan angka segitu dan tercapai. Militansi kader sudah enggak perlu diragukan. Setiap kali yel-yel Jokowi-Amin, kami menyambut dengan menang-menang, ning yo kudu nyambut gawe [tapi ya harus kerja],” kata dia kepada wartawan di Kantor DPC PDIP Solo, Rabu (17/4/2019) petang. 

Rudy menyebut dalam membuat target tak sekadar angka kasar melainkan perhitungan realita. Di setiap tempat pemungutan suara (TPS), PDIP menerjunkan 30-an anggota yang di antaranya terdiri dari regu penggerak pemilih (guraklih), kader juang, taruna merah putih, dan sebagainya. 

Mereka memegang data pemilih tetap (DPT) untuk dicek kehadirannya di TPS. Jika 30-an anggota berhasil mendapat masing-masing tiga pemilih,  berarti sudah memegang 90 orang. 

“Suara yang kami dapatkan untuk Jokowi selalu di atas 80%. Sama seperti Pilpres 2014 lalu,” ungkapnya.

Strategi lain, sambung Rudy, adalah pemetaan swing voters. Orang-orang ini terus dipenetrasi hingga memantapkan pilihan. Sementara di saat yang sama, pemilih loyal terus dirawat agar tak berpindah ke calon lain. 

Rudy lantas menyinggung soal pos pemenangan BPN yang mengepung wilayahnya. “Saya tidak pernah melawan dan tidak pernah melarang saat BPN mau bikin pos pemenangan. Silakan mau bikin 1.000 posko, yang penting kami sudah memiliki balewarta [pos komunikasi kader] di 609 RW. Setiap balewarta ada tujuh pengurus yang terus berkoordinasi dengan saya menggunakan handy talkie. Kalau saya sendiri enggak tidur, saya yakin kader makin semangat untuk mengawal,” ucap Rudy. 

Ia lantas berpesan kepada kader, sukarelawan, dan simpatisan untuk tidak berlebihan dalam merayakan kemenangan. Rudy meminta mereka untuk tinggal di rumah, menonton televisi, atau berkumpul dengan tetangga. 

Selepas bertemu wartawan, Rudy dan puluhan kader mencukur habis rambutnya sebagai wujud syukur. Sebagai informasi, DPC PDIP Solo menggelar real count yang merangkum dokumen C1 plano dari 1.734 TPS. Hingga pukul 19.35 WIB, tercatat perolehan suara untuk pasangan Jokowi-Amin di Solo mencapai 80,45% atau 324.636 suara dari jumlah DPT 421.999 suara. 

Sedangkan jumlah kehadiran menyentuh 403.529 pemilih. Di TPS tempat Rudy mencoblos, Jokowi memperoleh 207 suara mengalahkan rivalnya yang hanya mendapat 11 suara. Tingkat kehadiran pemilih di TPS 028 Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres, itu mencapai 95%. 

Sumber : JIBI/Solopos