Heboh Pulpen Jokowi, Moeldoko Beralasan Biar Tidak Pegang Yang Lain

Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani Selasa, 19 Februari 2019 19:57 WIB
Heboh Pulpen Jokowi, Moeldoko Beralasan Biar Tidak Pegang Yang Lain

Capres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) menyampaikan pendapatnya saat mengikuti debat capres 2019 putaran kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019)./ANTARA FOTO-Akbar Nugroho Gumay

Harianjogja.com, JAKARTA—Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi sempat mendapatkan tudingan menggunakan alat bantu komunikasi saat debat pilpres Minggu (17/2/2019) lalu. Bahkan soal penggunaan pulpen selama debat juga jadi sorotan keras dari kubu lawannya.

Menanggapi heboh soal pulpen yang digunakan Jokowi,  Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko menyebutkan penggunaan properti berupa pulpen itu memang sudah direncanakan.

Disebutkan Moeldoko bahwa timnya memang mengarahkan calon presiden (capres) Joko Widodo untuk memegang pulpen saat Debat Capres II, Minggu (17/2/2019).

Selain untuk mengurangi ketegangan saat melakukan Debat Capres II, arahan itu juga ditujukan agar Jokowi memiliki sesuatu untuk dipegang saat debat berlangsung.

“Kenapa beliau menggunakan pulpen, kita yang arahkan. Bapak [Jokowi] kalau tidak ada yang dipegang, itu macam-macam. Ada yang begini [memegang baju di lengan]. Nah, sehingga begitu kita kasih pulpen ini mengurangi pegangan yang lain-lain,” kata Moeldoko di Kantor Staf Presiden (KSP), Selasa (19/2/2019).

“Ini yang kita cermati akhirnya, jangan-jangan seperti itu. Syaratnya harus ada yang dipegang. Itu. Ini saran dari beberapa kita menyarankan kepada beliau dan diikutin,” tekannya.

Tak hanya soal pulpen, Moeldoko juga menjawab berita yang beredar terkait dugaan Jokowi menggunakan alat bantu komunikasi (wireless earphone) pada saat Debat Capres II yang lalu. Moeldoko mengemukakan tuduhan tersebut sangat tidak masuk akal dan tidak cerdas.

"Sekarang bagaimana mungkin saya dalam tempo yang singkat menjawab concern pertanyaan. Mana mungkin buat dengerin dulu? Gak mungkin lah. Berpikir antara mengendalikan pikiran, mulut, dan gerakan-gerakan yang lain tidak bisa didekte orang melalui telinga. Omong kosong,” tambah Moeldoko.

Sebelumnya, di sela-sela kunjungannya ke Provinsi Banten, Senin (19/2/2019), Jokowi juga sempat memamerkan pulpen yang viral tersebut. “Orang bawa ini [pulpen] aja ribut. Apa sih. Ampun-ampun ya Allah. Gak boleh pegang hidung, ada-ada aja,” ujar Jokowi.

Jokowi mengingatkan agar jangan sampai fitnah-fitnah semacam itu justru mengaburkan substansi topik debat yang lalu. “Kalau data boleh dikonfirmasikan ke kementerian tapi kalau hal yang tidak substansial kayak pulpen diurus [geleng-geleng kepala],” tekan Jokowi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online