Kasus Suap Rejang Lebong Merembet ke Bengkulu, KPK Sita Rp4 Miliar
Kasus suap Rejang Lebong berkembang ke Kota Bengkulu. KPK menemukan uang tunai Rp4 miliar saat menggeledah rumah pejabat Pemkot Bengkulu.
Pesawat Lion Air Boeing 737 Max 8 beregister PK-LQP di apron bandara. /Jetphotos
Harianjogja.com, PONTIANAK--Maskapai Lion Air nomor penerbangan JT-714 tergelincir atau keluar dari landasan pacu (over run) saat mendarat di Bandara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat. Manajemen Lion Air menyatakan pesawat tersebut layak terbang.
Corporate Communications Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro mengatakan, pesawat yang berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten (CGK) tujuan Pontianak itu keluar landasan pacu sesaat setelah mendarat.
“Saat situasi ini terjadi, jarak pandang dilaporkan memenuhi persyaratan pendaratan dan kondisi hujan,” kata Danang dalam keterangan resminya kepada media, Sabut (16/2/2019).
Menurutnya Lion Air JT-714 sudah dipersiapkan dengan baik sebelum penerbangan. Ia memastikan pesawat tersebut layak terbang. “Pesawat Boeing 737-800NG registrasi PK-LPS sebelum dioperasikan sudah dilaksanakan pengecekan lebih awal [pre-flight check dan dinyatakan laik terbang [safe to flight],” ujarnya.
Pesawat Lion Air tersebut membawa tujuh kru dengan 180 penumpang dewasa dan dua bayi. Pesawat lepas landas dari Soekarno-Hatta pukul 13.50 WIB siang tadi. Seluruh penumpang dan kru sudah dievakuasi dengan keadaan selamat. Saat ini sudah berada di ruang terminal bandar udara untuk mendapatkan layanan terbaik.
“Saat ini Lion Air bekerjasama dengan berbagai pihak terkait untuk melakukan proses evakuasi pesawat dan langkah berikutnya. Lion Air menyampaikan permohonan maaf atas kondisi dan ketidaknyamanan yang timbul,” katanya.
Lion Air berjanji meminimalisasi dampak yang timbul, agar operasional Lion Air lainnya tidak terganggu. “Lion Air akan menginformasikan lebih lanjut sesuai dengan perkembangan terbaru,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Kasus suap Rejang Lebong berkembang ke Kota Bengkulu. KPK menemukan uang tunai Rp4 miliar saat menggeledah rumah pejabat Pemkot Bengkulu.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.
PDIP Kota Yogyakarta menanam 300 pohon, menggelar simulasi bencana, dan pelayanan kesehatan lansia saat pelantikan pengurus.
Samsung Galaxy Watch Ultra2 hadir dengan fitur kesehatan berbasis AI untuk trail running, diving, dan pemantauan kebugaran harian.
Fenomena upwelling di Waduk Kedung Ombo Boyolali menyebabkan 10 ton ikan mati dan kerugian petani KJA mencapai Rp247 juta.
Festival Dolanan Bocah Suryodiningratan di Jogja melibatkan 100 anak untuk melestarikan budaya sekaligus mengurangi ketergantungan gadget.