KORUPSI DANA KEMAH : Dahnil Anzar Berpotensi Jadi Tersangka

Newswire
Newswire Rabu, 05 Desember 2018 05:50 WIB
KORUPSI DANA KEMAH : Dahnil Anzar Berpotensi Jadi Tersangka

Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak saat hendak meninggalkan Sportorium UMY seusai menghadiri acara pemilihan ketua umum Pemuda Muhammadiyah yang baru, Rabu (28/11/2018)./Harian Jogja-Rahmat Jiwandono

Harianjogja.com, JAKARTA - Polisi belum menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi dana kemah pemuda Islam.

Polisi masih melacak sejumlah pihak terkait kasus dugaan penyimpangan dana Apel dan Kemah Pemuda Islam Indonesia (PPI) tahun 2017. Dalam perkara ini, siapa pun berpotensi ditetapkan sebagai tersangka, termasuk Dahnil Anzar Simanjuntak.

"Iya semua punya potensi ya [termasuk Dahnil]," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Selasa (4/12/2018).

Argo mengatakan, tim penyidik telah memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangannya. Dalam pemeriksaan itu, penyidik sudah merasa cukup dengan bukti dan keterangan yang diungkapkan.

"Kemarin juga kita sedang memeriksa dari panitia berkaitan dengan kegiatan tersebut. Tentunya kita sudah memiliki dua alat bukti yang cukup dari kepolisian," paparnya.

Kegiatan kemah dan apel PPI digelar Pemuda Muhammadiyah dengan APBN Kemenpora RI di Pelataran Candi Prambanan, Jawa Tengah pada 16-17 Desember 2017 lalu.

Pemeriksaan yang dilakukan penyidik Subdit Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya dilakukan terhadap tiga orang panitia. Mereka diperiksa sebagai saksi.

Menurut Direktur Reserse Kriminal Khusus Kombes Adi Deriyan, ketiganya terdiri dari anggota, bendahara, dan sekretaris.

"Hari ini, kami memanggil Abrar Aziz, Virgo Sulianto Gohardi, dan Nasikhudin," kata Adi saat dikonfirmasi, Senin 3 Desember 2018.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Okezone.com

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online