Blackout Karimun Belum Pulih, Warga Sewa Hotel demi Bekerja

Engesti Fedro
Engesti Fedro Kamis, 23 Juli 2026 09:57 WIB
Blackout Karimun Belum Pulih, Warga Sewa Hotel demi Bekerja

Ilustrasi meteran listrik - ist/PLN

Harianjogja.com, KARIMUN—Pemadaman listrik berskala besar masih melanda sebagian wilayah Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, hingga Rabu (22/7/2026). Gangguan yang terjadi sejak Senin (20/7/2026) belum sepenuhnya teratasi, sehingga aktivitas masyarakat masih terganggu dan proses pemulihan sistem kelistrikan terus dilakukan oleh PT PLN (Persero).

Dampak blackout berkepanjangan itu dirasakan langsung oleh warga. Sebagian masyarakat bahkan memilih menginap di hotel yang memiliki generator set (genset) agar tetap dapat menjalankan pekerjaan sehari-hari.

Warga Menginap di Hotel agar Tetap Bisa Bekerja

Salah seorang warga Karimun, Velia, mengaku terpaksa menyewa kamar hotel setelah rumahnya belum kembali mendapatkan pasokan listrik selama beberapa hari.

Menurutnya, perangkat elektronik seperti telepon seluler dan laptop harus tetap digunakan untuk bekerja sehingga membutuhkan sumber listrik yang memadai.

"Di rumah sudah tidak bisa beraktivitas. Handphone, laptop, semuanya perlu diisi daya. Akhirnya saya sewa hotel karena ada genset supaya pekerjaan tetap bisa jalan," katanya.

Velia mengakui keputusan tersebut membuat pengeluaran bertambah. Meski demikian, ia tidak memiliki banyak pilihan karena pekerjaan harus tetap berjalan.

“Tapi untungnya saya dapat hotel karena di Balai ini semua hotel penuh,” kata dia.

PLN Ungkap Penyebab Blackout

Sementara itu, PLN menjelaskan gangguan kelistrikan dipicu oleh kombinasi masalah pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan kebakaran di salah satu gardu hubung.

Akibat dua gangguan yang terjadi secara bersamaan tersebut, sistem kelistrikan di Karimun mengalami gangguan besar hingga pasokan listrik kepada sebagian besar pelanggan terhenti.

Manajer PLN ULP Tanjungbalai Karimun, Ahmad Subhan, mengatakan pemulihan telah dilakukan secara bertahap melalui pengoperasian beberapa penyulang.

"Kami terus melakukan upaya pemulihan secara bertahap. Kondisi sistem cukup berat karena gangguan terjadi bersamaan pada pembangkit dan gardu hubung," ujarnya.

Gardu Pengganti Didatangkan dari Pekanbaru

Untuk mempercepat pemulihan, PLN mendatangkan gardu hubung pengganti dari Pekanbaru melalui Pelabuhan Buton menggunakan kapal sewa khusus.

Selain itu, lima unit peralatan tambahan juga dikirim dari Tanjungpinang menggunakan kapal Roro. PLN turut mengerahkan tim teknis dari Tanjungpinang dan Pekanbaru guna mempercepat proses perbaikan jaringan serta normalisasi sistem kelistrikan.

Pemadaman Bergilir Belum Bisa Diterapkan

Ahmad menjelaskan pemadaman bergilir belum dapat diterapkan di seluruh wilayah karena terdapat kerusakan fisik pada titik pangkal jaringan distribusi.

Apabila jaringan yang mengalami kerusakan dipaksakan beroperasi, kondisi tersebut dikhawatirkan memicu blackout kembali terjadi di seluruh sistem kelistrikan Karimun.

"Prioritas kami saat ini menjaga sistem tetap stabil sembari melakukan perbaikan bertahap pada jaringan yang terdampak," katanya.

PLN Targetkan Pasokan Listrik Normal Awal Agustus

PLN menargetkan pemulihan utama akibat gangguan tersebut dapat diselesaikan dalam beberapa hari ke depan.

Sebagai langkah jangka panjang, perusahaan juga menyiapkan mesin pembangkit tambahan berkapasitas 6 megawatt untuk menggantikan unit yang mengalami kerusakan. Penambahan kapasitas pembangkit tersebut ditargetkan rampung sebelum awal Agustus agar pasokan listrik di Karimun kembali normal dan pemadaman berkepanjangan tidak kembali terjadi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online