Jadwal Terbaru KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 26 Juli 2026
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 26 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Foto ilustrasi getaran gempa tercatat pada seismograf. - istock
Harianjogja.com, MALANG— Gempa bumi tektonik bermagnitudo 4,2 mengguncang wilayah laut selatan Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Gempa terjadi pada pukul 20.29 WIB dengan lokasi episenter berada di koordinat 9,023 derajat Lintang Selatan dan 112,82167 derajat Bujur Timur. Titik gempa berada di laut dengan jarak sekitar 102 kilometer arah tenggara Kabupaten Malang pada kedalaman 22 kilometer.
Gempa Disebabkan Sesar Aktif Bawah Laut
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang, Jawa Timur, Ricko Kardoso, menjelaskan berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa tersebut termasuk kategori gempa dangkal.
Menurutnya, gempa itu dipicu oleh aktivitas sesar aktif yang berada di bawah laut.
"(Gempa bumi) tidak berpotensi tsunami," kata Ricko.
Guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah, tidak hanya di Kabupaten Malang. Getaran juga dirasakan masyarakat di Blitar, Lumajang, dan Jember.
Getaran Setara Truk Melintas
BMKG Stasiun Geofisika Malang mencatat intensitas guncangan berada pada skala II-III Modified Mercalli Intensity (MMI).
Ricko menjelaskan, pada tingkat tersebut getaran gempa dirasakan seperti adanya kendaraan besar yang melintas.
"II-III skala Mercali (MMI), getaran dirasakan seperti truk yang melintas," ujar dia.
Berdasarkan hasil pemantauan hingga pukul 20.41 WIB, BMKG Stasiun Geofisika Malang belum menemukan adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock di lokasi yang sama.
Belum Ada Laporan Kerusakan Bangunan
Hingga pemantauan awal dilakukan, BMKG juga belum menerima laporan mengenai dampak kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.
Meski demikian, masyarakat tetap diminta melakukan pemeriksaan terhadap kondisi bangunan masing-masing untuk memastikan tempat tinggal tetap aman dan tidak mengalami kerusakan akibat guncangan.
BMKG Stasiun Geofisika Malang juga mengingatkan masyarakat agar memperoleh informasi terkait gempa bumi melalui kanal resmi BMKG.
"Masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," ujar dia.
BPBD Malang Cek Kondisi Wilayah
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan petugas masih melakukan pengecekan di sejumlah wilayah untuk memastikan kondisi terkini setelah gempa.
Sadono menilai dengan intensitas gempa II-III MMI kemungkinan besar tidak menimbulkan kerusakan. Namun, pemeriksaan lapangan tetap dilakukan sebagai langkah antisipasi.
"Seharusnya dengan skala II (II-III) MMI tidak ada kerusakan, tapi ini sedang dicek," kata Sadono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 26 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.
Menteri PKP Maruarar Sirait optimistis target penyaluran 350.000 rumah subsidi FLPP pada 2026 tercapai. Realisasi hingga Juli telah melampaui 111.000 unit.
Mahasiswa KKN-PPM UGM menggandeng BRI BO Wates mengedukasi warga Giripeni, Kulonprogo, agar memanfaatkan KUR dan KPP serta menghindari pinjol ilegal.
Gempa magnitudo 4,2 mengguncang laut selatan Malang. BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami dan belum ada laporan kerusakan.
Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Danantara hanya sebagai undangan dalam rapat KSSK dan tidak memiliki hak suara dalam pengambilan keputusan.