Silmy Karim Masuk Radar OTT KPK di Kasus Imigrasi
KPK menyebut Silmy Karim masuk radar OTT Imigrasi karena pernah menjabat Dirjen Imigrasi. Penyidik masih menelusuri dugaan suap.
Ma\'ruf Amin. /Okezone
Harianjogja.com, JAKARTA- Calon Wakil Presiden RI nomor urut 01 Ma\'ruf Amin menekankan bahwa kaum difabel harus mendapatkan tempat yang sejajar dengan yang lain.
Hal itu diungkapkan saat menerima kunjungan ratusan kaum difabel di kediaman Rumah Situbondo, di Jakarta, Sabtu (24/11/2018) malam.
"Kaum difabel harus dihormati. Kaum difabel harus mendapat tempat sejajar," kata Ma\'ruf dalam keterangan tertulis yang diterima dari tim pemenangan di Jakarta, Sabtu.
Ma\'ruf mengatakan kaum difabel mendapatkan tempat yang spesial di mata Allah SWT. Menurutnya, kisah seorang difabel tertulis dalam kitab suci Al-Quran, surat Abasa.
"Suatu ketika ada seorang difabel bernama Abdullah bin Ummi Maktum. Beliau datang menghadap rasul namun ditanggapi dengan muka masam oleh Nabi Muhammad yang kala itu tengah menggelar pertemuan dengan orang-orang penting. Nabi Muhammad kemudian langsung ditegur Allah," ujar KH Ma\'ruf Amin.
Berdasarkan kisah itu, dia menekankan bahwa kaum difabel harus dihormati dan mendapatkan tempat yang setara.
Pada kesempatan itu, Ma\'ruf juga sempat mengklarifikasi pernyataannya terkait ungkapan "budek" dan "buta" bagi mereka yang tidak bisa melihat prestasi pemerintahan Jokowi. Pernyatan itu sempat menimbulkan kontroversi beberapa waktu lalu.
Dia menegaskan jika dirinya tak bermaksud menyinggung para difabel. "Yang saya maksud dengan budek dan buta itu bukan fisik. Melainkan batinnya. Mana mungkin saya merendahkan kaum difabel karena salah satu cucu saya sendiri memiliki fisik yang kurang sempurna," ujar Ma\'ruf Amin.
Sementara itu para kaum difabel menyatakan memahami pernyataan Ma\'ruf Amin itu. Mereka menilai kontroversi itu muncul hanya karena salah paham.
Para kaum difabel pun menitipkan harapan kepada Ma\'ruf Amin jika menang dalam Pilpres 2019.
"Kami menaruh harapan pada KH Ma\'ruf Amin untuk bisa memperjuangkan posisi kaum difabel. Kami ingin keadaan kami dihormati dan disejajarkan dengan manusia lainnya," ujar perwakilan kaum difabel yang hadir, Suhendar.
Pilpres 2019 diikuti dua pasangan calon, nomor urut 01 Jokowi-Ma\'ruf Amin dan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK menyebut Silmy Karim masuk radar OTT Imigrasi karena pernah menjabat Dirjen Imigrasi. Penyidik masih menelusuri dugaan suap.
Kecelakaan maut di Wonosari, Gunungkidul menewaskan pengendara motor. Polisi masih memburu kendaraan misterius yang terlibat.
Menteri Agus Andrianto minta jajaran Imigrasi kooperatif usai OTT KPK terkait pengurusan KITAS dan KITAP di Jakarta Barat.
Dispar Sleman memprediksi perputaran uang wisata libur sekolah 2026 tembus Rp1,26 triliun dengan kunjungan hingga 450.000 wisatawan.
Austria, Kirgizstan, Portugal, Trinidad dan Tobago, dan Zimbabwe resmi jadi anggota tidak tetap DK PBB periode 2027–2028.
Pemilihan lurah serentak di Gunungkidul 2026 membuka peluang calon tunggal maju melawan kotak kosong. Pemkab menyiapkan anggaran Rp2,6 miliar.