Dino Kritik Kunjungan Prabowo, Menlu: Ini Pergaulan Internasional

Newswire
Newswire Kamis, 04 Juni 2026 02:37 WIB
Dino Kritik Kunjungan Prabowo, Menlu: Ini Pergaulan Internasional

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono. /Instagram.

Harianjogja.com, JAKARTA— Menteri Luar Negeri RI Sugiono merespons kritik yang dilontarkan mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal terkait intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto. Sugiono menegaskan seluruh agenda diplomasi Presiden dirancang untuk memperkuat posisi Indonesia di dunia sekaligus menghadirkan manfaat konkret bagi masyarakat.

Menurut Sugiono, Indonesia tidak dapat melepaskan diri dari pergaulan internasional. Karena itu, kehadiran Presiden Prabowo di berbagai forum dan negara sahabat merupakan bagian dari upaya memperluas kerja sama serta memperkuat kepentingan nasional di tingkat global.

"Secara konstitusional, tersurat bahwa Indonesia merupakan bagian dari pergaulan internasional, bagian dari masyarakat dunia. Hal ini menuntut suatu kehadiran di dunia internasional," kata Sugiono usai pertemuan bilateral dengan Menlu Madagaskar, Alice N’Diaye, di kompleks Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Ia menjelaskan, kunjungan luar negeri Presiden Prabowo dilakukan dengan semangat memperluas persahabatan antarnegara. Prinsip tersebut sejalan dengan pandangan Prabowo yang kerap menyampaikan bahwa "seribu kawan terlalu sedikit dan satu musuh terlalu banyak".

Melalui pendekatan tersebut, pemerintah berupaya menjadikan Indonesia sebagai mitra yang terbuka bagi berbagai negara sekaligus memperluas peluang kerja sama di bidang ekonomi, investasi, pertahanan, hingga pembangunan.

Sugiono juga menepis anggapan bahwa kunjungan internasional dilakukan tanpa perencanaan matang. Menurutnya, setiap agenda kenegaraan telah melalui proses pembahasan dan pertimbangan diplomatik yang mendalam, termasuk masukan dari Kementerian Luar Negeri.

"Indonesia adalah bangsa yang ingin terlibat dalam upaya perdamaian dan ketertiban dunia, sehingga secara proaktif menawarkan dirinya untuk jadi jembatan," ujarnya.

Tanggapi Kritik Dino Patti Djalal

Terkait kritik yang disampaikan Dino Patti Djalal, Sugiono mengaku terbuka terhadap berbagai masukan yang bertujuan memperbaiki kualitas diplomasi Indonesia. Namun, ia menekankan bahwa setiap kritik perlu disampaikan berdasarkan data dan fakta yang akurat.

"Semua saran, semua kritik dalam langkah perbaikan itu bagus, baik, tentu saja harus konstruktif," katanya.

Sugiono juga menanggapi pandangan yang menyebut interaksi internasional dapat lebih banyak dilakukan secara daring. Menurut dia, pertemuan tatap muka tetap memiliki keunggulan yang tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh komunikasi virtual.

"Jika bertemu langsung, kita bisa melihat bahasa tubuh serta ada kedekatan personal. Dari situ kita bisa berbicara mengenai hal yang lebih banyak," ujarnya.

Pemerintah Klaim Kunjungan Prabowo Berbuah Hasil Nyata

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan rangkaian kunjungan internasional Presiden Prabowo Subianto selama sekitar 1,5 tahun terakhir telah menghasilkan sejumlah capaian strategis.

Pemerintah mencatat realisasi investasi mencapai Rp2.430 triliun yang diklaim berkaitan dengan penguatan hubungan internasional Indonesia. Selain itu, berbagai kerja sama di sektor pertahanan juga berhasil diwujudkan, termasuk pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dari sejumlah negara mitra.

Di bidang pelayanan jemaah haji, pemerintah juga menyebut diplomasi yang dilakukan Presiden Prabowo turut membuka jalan bagi pembangunan Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi, yang selama ini menjadi salah satu aspirasi masyarakat Indonesia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online