Tunjangan Guru Non-ASN Ditargetkan Cair Pekan Depan
Tunjangan guru non-ASN yang terlambat ditargetkan mulai ditransfer pekan depan. Pencairan menunggu SP2D dari KPPN.
Presiden Jokowi menghadiri Rembuk Nasional Aktivis 98, yang digelar di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (7/7/2018) petang. (Istimewa-Setkab)
Harianjogja.com, JAKARTA -- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) masih mematangkan nama-nama dalam daftar prioritas calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampingi Joko Widodo (Jokowi) di Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.
Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno mengatakan saat ini partainya masih mematangkan daftar prioritas itu terdiri atas 3-5 orang calon. "Sekarang sudah masuk daftar prioritas sebanyak 3 hingga 5 orang. PDIP ada daftar panjang, pendek, dan prioritas cawapres. Daftar panjang 15-20 nama, daftar pendek 5-10 nama, dan prioritas 3-5 orang," kata Hendrawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (10/7/2018).
Dia mengatakan untuk nama-nama yang ada di daftar pendek dan prioritas, hanya Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri yang tahu. Karena itu ia mengaku tidak tahu siapa yang masuk dalam daftar pendek dan prioritas. Namun untuk daftar panjang, Hendrawan memastikan ada nama Muhaimin Iskandar dan Mahfud MD.
"[Muhaimin] Masuk dalam daftar panjang, namun apakah masuk daftar pendek dan prioritas, hanya Ketua Umum PDIP dan Jokowi yang tahu," ujarnya.
Hendrawan tidak bisa memastikan apakah munculnya nama tokoh non-partai dalam daftar cawapres merupakan pertanda ada kecenderungan tokoh di luar parpol yang dipilih. Menurut dia, Megawati memiliki kewenangan untuk memasukkan nama-nama kandidat dalam daftar cawapres yang akan mendampingi Jokowi.
"Para ketua umum parpol saling mencalonkan diri satu sama lain, maka memilih salah satu bisa menimbulkan iritasi kekacauan yang lain. Atas dasar logika seperti itu ya kita pelajari," katanya. Dia mengatakan parpol koalisi sudah diajak berkomunikasi untuk membahas cawapres khususnya yang ada dalam daftar prioritas.
Sebelumnya, Ketua Umum PPP Romahurmuziy mengatakan Presiden Jokowi telah mengantongi 10 nama yang akan menjadi cawapresnya. Nama-nama itu telah disampaikan kepada ketua umum partai pendukung. Namun Rommy enggan membocorkan nama-nama calon pendamping Jokowi dan hanya memberikan kisi-kisi figur tokoh tersebut.
"Saya hanya bisa katakan dari 10 nama ada figur politikus, ada figur cendikiawan, purnawirawan TNI-Polri, dan kalangan teknokrat dan profesional," kata Rommy di Kantor DPP PPP, Jakarta, Senin (9/7/2018).
Romy mengatakan figur cawapres itu tinggal dibahas bersama dengan semua pimpinan partai koalisi. Saat ini Jokowi meminta pendapat masing-masing ketua umum terkait 10 nama yang sudah ada.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara, Solopos
Tunjangan guru non-ASN yang terlambat ditargetkan mulai ditransfer pekan depan. Pencairan menunggu SP2D dari KPPN.
BGN menginvestigasi dugaan penganiayaan di KPPG Bogor dan menyiapkan sidang etik kepegawaian terhadap terduga pelaku berinisial GD.
Generasi muda Gunungkidul diajak peduli kesehatan jiwa melalui Ruang Cerita Orang Muda. Pemkab juga menggandeng 11 mahasiswa UGM untuk layanan konseling.
Protes biaya hidup di Prancis pada 17 Oktober 2026 dilaporkan berujung kerusuhan. Sekitar 1.200 orang ditangkap menurut naskah sumber.
Polri menyiapkan 70.000 polisi hutan sesuai arahan Prabowo untuk memperkuat perlindungan hutan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Polda DIY dan BNNP DIY merazia tempat hiburan malam di lima wilayah. Sebanyak 58 orang diperiksa, satu orang di Sleman positif amphetamine.