Radar Pertahanan Udara Baru RI Mampu Pantau Objek 515 KM

Newswire
Newswire Sabtu, 18 Juli 2026 00:07 WIB
Radar Pertahanan Udara Baru RI Mampu Pantau Objek 515 KM

Radar GCI yang ditempatkan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. (ANTARA/HO PT LEN)\r\n

Harianjogja.com, BANDUNG—Indonesia kini memiliki Radar Ground Control Interception (GCI) generasi terbaru pertama yang mampu mendeteksi objek hingga radius 515 kilometer. Radar yang dipasang di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, tersebut diharapkan dapat memperkuat pengawasan ruang udara strategis nasional serta mempercepat pengambilan keputusan dalam operasi pertahanan udara secara real time.

Kehadiran radar generasi terbaru ini menjadi salah satu penguatan sistem pertahanan udara nasional. Selain memiliki jangkauan deteksi yang luas, sistem tersebut dirancang dengan kemampuan mobilisasi tinggi dan dapat digelar dengan cepat sehingga mendukung kebutuhan operasional di berbagai kondisi lapangan.

PT Len Industri secara resmi memperkenalkan implementasi teknologi Radar GCI generasi terkini tersebut kepada publik saat menerima kunjungan kerja dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) di lokasi pemasangan radar di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat (17/7/2026).

Dalam keterangan yang diterima di Bandung, radar pertahanan udara tersebut dirancang menggunakan kontainer standar ISO Container 20 kaki sehingga memudahkan proses mobilisasi. Sistem juga memiliki kemampuan fast deployment atau penggelaran cepat untuk mendukung kebutuhan pengawasan ruang udara nasional secara fleksibel.

Radar GCI terbaru ini mengadopsi teknologi stacked beam yang dirancang untuk meningkatkan efektivitas pelacakan objek di udara, termasuk dalam berbagai kondisi cuaca ekstrem. Teknologi tersebut memungkinkan radar melakukan pemindaian secara lebih optimal terhadap objek asing yang memasuki wilayah pengawasannya.

Kemampuan lainnya yang dimiliki radar tersebut adalah pembaruan data setiap enam detik atau update rate yang memungkinkan informasi diterima secara cepat dan akurat. Sistem juga didukung kemampuan fast time to target untuk membantu proses pengambilan keputusan dalam operasi militer secara lebih presisi.

Dengan kemampuan deteksi hingga radius 515 kilometer, radar ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pemantauan terhadap aktivitas di ruang udara Indonesia secara berkelanjutan. Informasi yang dihasilkan sistem radar juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengendalian operasi pertahanan udara nasional secara real time.

Di balik pengembangan teknologi tersebut, terdapat kolaborasi puluhan teknisi PT Len Industri yang berasal dari berbagai disiplin ilmu. Mereka terlibat mulai dari tahap instalasi awal hingga pengujian akhir sistem sebelum radar dioperasikan.

Tim teknis yang terlibat mencakup tenaga ahli di bidang teknik sipil, elektro, radio frequency (RF), jaringan, perangkat lunak (software), hingga mekanik. Kolaborasi lintas bidang tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan sistem radar mampu beroperasi sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Dalam operasionalnya, data hasil pengawasan yang diperoleh Radar GCI akan langsung terhubung dengan sistem komando pertahanan udara TNI Angkatan Udara. Integrasi tersebut memungkinkan informasi terkait potensi ancaman terhadap kedaulatan ruang udara nasional dapat disampaikan secara cepat kepada satuan yang berwenang.

Sistem yang terintegrasi secara penuh tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengawasan wilayah udara Indonesia yang memiliki cakupan geografis luas. Kemampuan penyajian data secara real time memberikan dukungan yang lebih optimal dalam pelaksanaan operasi pertahanan udara nasional.

Kehadiran Radar GCI generasi terbaru di Banjarbaru sekaligus menjadi tonggak baru dalam pengembangan teknologi pertahanan dalam negeri. Dengan dukungan kemampuan deteksi jarak jauh, mobilisasi yang lebih fleksibel, serta integrasi dengan sistem komando pertahanan udara, radar ini diharapkan dapat memperkuat pengawasan terhadap ruang udara Indonesia secara lebih efektif dan responsif.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online