Indonesia Bidik Kerja Sama AI dan Industri Baru dari China

Newswire
Newswire Sabtu, 18 Juli 2026 09:27 WIB
Indonesia Bidik Kerja Sama AI dan Industri Baru dari China

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. - Harian Jogja/Ist

Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah Indonesia terus memperkuat kemitraan strategis dengan China di tengah meningkatnya kerja sama perdagangan, investasi, dan transformasi digital. Dalam kunjungannya ke Shanghai, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan serangkaian pertemuan penting dengan pejabat tinggi pemerintah China dan perusahaan teknologi global untuk membahas peluang kerja sama baru yang bernilai miliaran dolar AS.

Salah satu agenda utama Airlangga adalah pertemuan dengan Menteri Perdagangan China Wang Wentao pada Jumat (17/7/2026) malam. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas perkembangan implementasi nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) yang sebelumnya telah ditandatangani antara pemerintah Indonesia dan China.

Salah satu fokus pembahasan adalah pengembangan program Two Countries Twin Parks, yang menjadi bagian penting dalam penguatan kerja sama industri kedua negara.

Menurut Airlangga, salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah pengembangan kawasan industri di Batam. Pemerintah Indonesia dan China mengevaluasi berbagai tantangan yang dihadapi perusahaan-perusahaan China yang beroperasi di luar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Perusahaan-perusahaan tersebut disebut menginginkan fasilitas yang setidaknya setara dengan insentif yang diperoleh pelaku usaha di dalam KEK. Pembahasan juga mencakup tindak lanjut investasi yang nilainya mencapai sekitar 2,5 miliar dolar AS atau lebih dari Rp40 triliun.

Selain kawasan industri, kedua negara juga melakukan evaluasi terhadap kerja sama perdagangan dan industri yang selama ini berjalan. Pembahasan turut mencakup penguatan kolaborasi di sektor digital yang kini menjadi salah satu bidang prioritas bagi Indonesia maupun China.

Hubungan ekonomi kedua negara memang terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Airlangga menyebut nilai perdagangan bilateral Indonesia dan China pada 2025 mencapai 167,48 miliar dolar AS.

Dari nilai tersebut, ekspor Indonesia ke China mengalami peningkatan sekitar 16,7 persen dibandingkan periode sebelumnya. Jika perdagangan dengan Hong Kong turut dihitung, total nilai perdagangan Indonesia dengan wilayah Tiongkok mencapai sekitar 173 miliar dolar AS.

Tidak hanya perdagangan, arus investasi juga menunjukkan tren yang kuat. Investasi langsung dari China ke Indonesia pada 2025 tercatat mencapai sekitar 7,58 miliar dolar AS.

Sementara itu, investasi dari Hong Kong mencapai sekitar 10,1 miliar dolar AS. Secara gabungan, nilai investasi dari China dan Hong Kong ke Indonesia mencapai sekitar 18 miliar dolar AS dalam satu tahun, menjadikan kawasan tersebut sebagai sumber investasi asing terbesar bagi Indonesia.

Selain agenda dengan pemerintah China, Airlangga juga melakukan pertemuan dengan dua perusahaan teknologi besar asal China, yakni Huawei dan ByteDance.

Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama yang lebih luas dalam bidang kecerdasan buatan (AI), infrastruktur digital, komputasi awan (cloud computing), pengembangan sumber daya manusia digital, hingga investasi teknologi masa depan.

Dalam diskusi dengan Huawei, pemerintah Indonesia menyoroti peluang kerja sama pada empat sektor utama. Keempat sektor tersebut meliputi investasi infrastruktur AI dan cloud, pengembangan talenta digital dan keamanan siber, percepatan digitalisasi layanan pemerintah dan UMKM, serta pemanfaatan energi hijau untuk pusat data.

Airlangga menilai Huawei memiliki posisi strategis karena pengalaman dan kapabilitasnya dalam pengembangan teknologi telekomunikasi, komputasi awan, dan kecerdasan buatan.

Menurutnya, kolaborasi tersebut semakin relevan setelah Indonesia resmi menjadi salah satu negara pendiri WAICO, organisasi yang berfokus pada pengembangan kecerdasan buatan dan kerja sama teknologi internasional.

Sementara itu, pertemuan dengan ByteDance menitikberatkan pada penguatan ekonomi digital Indonesia. Pemerintah memberikan apresiasi atas investasi perusahaan tersebut melalui TikTok Shop dan Tokopedia yang dinilai berkontribusi dalam memperluas akses pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Airlangga menilai kehadiran ByteDance tidak hanya membawa investasi, tetapi juga membantu mempercepat transformasi digital sektor perdagangan nasional.

Pemerintah juga mendorong perusahaan induk TikTok tersebut untuk memperluas kolaborasi dalam pengembangan teknologi AI, termasuk large language models (LLM), machine learning, dan generative AI.

Selain itu, Indonesia membuka peluang pembentukan pusat riset AI, program pengembangan talenta digital, hingga kolaborasi inovasi teknologi yang dapat memberikan manfaat bagi kedua negara.

Langkah tersebut sejalan dengan ambisi Indonesia membangun ekosistem AI yang lebih inklusif dan kompetitif di tingkat global.

Melalui penguatan kerja sama dengan Huawei, ByteDance, dan berbagai institusi China lainnya, pemerintah berharap dapat mempercepat transfer teknologi, memperluas investasi digital, sekaligus memperkuat daya saing ekonomi nasional di era transformasi teknologi.

Kemitraan tersebut juga diharapkan mampu menjembatani kesenjangan teknologi global dan membuka peluang baru bagi pelaku usaha Indonesia untuk berkembang di pasar internasional.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online