Pria Pacitan Disiram Cairan Kimia saat Berangkat ke Pasar
Pria di Pacitan menjadi korban penyiraman cairan kimia saat hendak ke pasar. Korban mengalami luka bakar dan dirujuk ke rumah sakit.
Gunung Agung keluarkan abu vulkanik./Okezone-PVMBG
Harianjogja.com, AMLAPURA-Pengungsi Gunung Agung yang tersebar di sejumlah titik di Kabupaten Karangasem, Bali, saat ini membutuhkan pasokan makanan, air bersih, selimut dan matras untuk memenuhi kebutuhan selama berada di lokasi pengungsian sementara.
"Kalau logistik belum, bantuan makanan juga belum ada, mudah-mudahan nanti itu ada," kata seorang pengungsi Made Subawa (42) yang ditemui di lokasi pengungsian sementara di Balai Banjar Dinas Bangbang, Rendang, Karangasem, Selasa (3/7/2018).
Subawa mengungsi bersama dengan sekitar 30 kepala keluarga atau sekitar 70 jiwa di balai banjar (dusun) yang berlokasi kurang dari satu kilometer dari Pos Pantau Gunung Gunung Agung itu, sejak tadi malam hingga siang ini.
Menurut dia, para pengungsi di lokasi itu baru didatangi oleh beberapa petugas yang melakukan pendataan seperti SatPol PP Karangasem dan petugas kesehatan. Untuk memenuhi kebutuhan makan hingga Selasa siang, petani sayur dari Dusun Telung Buana Desa Sebudi Kecamatan Selat itu membeli makanan dengan uang pribadi yang tersisa di dompet.
Pengungsi lain yakni Made Kariartha (32) juga mengaku membutuhkan pasokan makanan termasuk untuk anak-anak dan balita. Subawa dan Kariartha merupakan pengungsi dari dusun yang berjarak sekitar 4 kilometer dari Gunung Agung. Keduanya bersama sekitar 70 orang lainnya menumpang truk dan sebagian lainnya mengendarai sepeda motor, kemudian langsung menuju Balai Banjar Dinas Bangbang untuk mengungsi sementara.
Mereka mengungsi secara mandiri dan langsung menuju balai desa itu karena sebelumnya pernah mengungsi sementara di lokasi tersebut. Selain pria dan wanita dewasa, para pengungsi itu juga terdiri atas warga lanjut usia, balita dan anak-anak serta ibu hamil.
Para pengungsi itu meninggalkan rumah-rumah mereka sesaat setelah gunung setinggi 3.142 meter di atas permukaan laut itu meletus dengan melontarkan lahar pijar pada Senin (2/7/2018) pukul 21.04 WITA.
Sementara itu, Kepala BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa mengatakan, jumlah pengungsi sementara mencapai 1.156 orang hingga pukul 08.00 WITA, tersebar di balai banjar (dusun) desa-desa yang berada di Kecamatan Rendang, Kecamatan Kubu, Kecamatan Selat dan Kecamatan Abang.
Untuk sementara ini, kata dia, kebutuhan dasar pengungsi masih mencukupi di antaranya seperti matras dan selimut yang masih tersedia di posko induk. Sedangkan untuk makanan, kata dia, sudah dipenuhi oleh bagian logistik Dinas Sosial termasuk menggelar dapur umum oleh BPBD Karangasem, BPBD Provinsi Bali serta Dinas Sosial dan instansi lainnya. Meski demikian, pihaknya mengakui kebutuhan makanan khususnya untuk anak-anak masih dibutuhkan. Apalagi makanan, kata dia, tidak bisa distok dalam jangka waktu yang lama.
"Cuma makanan lain terutama anak-anak banyak itu saja yang kami butuhkan tetapi kebutuhan dasar sudah kami penuhi termasuk dapur umum sudah kami gelar," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pria di Pacitan menjadi korban penyiraman cairan kimia saat hendak ke pasar. Korban mengalami luka bakar dan dirujuk ke rumah sakit.
Cuaca Jogja Sabtu ini berawan dengan potensi hujan lokal. BMKG ingatkan hujan bisa turun tiba-tiba siang–sore hari.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Sabtu 16 Mei 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Cek jam keberangkatan favorit, tarif Rp8.000, dan rute lengkap Yogyakarta–Solo.
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.