Gempa M7,4 Guncang Kolombia, 6 Bandara Rusak dan Ditutup
Gempa magnitudo 7,4 mengguncang Kolombia dan merusak enam bandara. Aktivitas penerbangan dihentikan hingga evaluasi infrastruktur selesai.
Gunung Semeru erupsi disertai awan panas guguran sejauh 4 kilometer pada Minggu (19/4/20260) pagi. ANTARA/HO-PVMBG
Harianjogja.com, LUMAJANG — Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat pada Minggu (19/4/2026) pagi. Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu dilaporkan mengalami erupsi yang disertai awan panas guguran dengan jarak luncur mencapai sekitar 4 kilometer dari puncak.
Petugas Pos Pengamatan Semeru, Mukdas Sofian, menjelaskan erupsi pertama terjadi pada pukul 07.06 WIB. Kolom abu terpantau membumbung setinggi kurang lebih 1.000 meter di atas puncak atau sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut. Abu vulkanik terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas cukup tebal dan mengarah ke barat daya.
Erupsi tersebut juga terekam pada alat seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan berlangsung selama lebih dari empat menit. Selain lontaran abu, aktivitas ini turut memicu awan panas guguran yang meluncur ke arah Besuk Kobokan.
Tak lama berselang, Semeru kembali mengalami erupsi pada pukul 07.33 WIB. Namun, visual letusan tidak dapat diamati secara langsung karena tertutup kabut tebal. Aktivitas vulkanik ini tetap terekam melalui seismograf dengan durasi sekitar 110 detik.
Selanjutnya, letusan kembali terjadi pada pukul 10.15 WIB dengan karakteristik serupa, meski visual masih belum terlihat jelas. Data seismik mencatat durasi erupsi sekitar 165 detik dengan amplitudo yang sama.
Hingga saat ini, status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Dengan status tersebut, masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara, khususnya sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak.
Selain itu, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang aliran tersebut. Hal ini karena potensi perluasan awan panas dan aliran lahar diperkirakan bisa mencapai hingga 17 kilometer dari pusat erupsi.
Zona bahaya lainnya mencakup radius lima kilometer dari kawah, yang rawan terhadap lontaran material pijar. Masyarakat di sekitar wilayah aliran sungai seperti Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman lahar dan guguran lava.
Dengan aktivitas yang masih fluktuatif, warga diminta terus mengikuti perkembangan informasi resmi serta mematuhi seluruh rekomendasi dari otoritas terkait guna meminimalkan risiko bencana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gempa magnitudo 7,4 mengguncang Kolombia dan merusak enam bandara. Aktivitas penerbangan dihentikan hingga evaluasi infrastruktur selesai.
Mensesneg Prasetyo Hadi membantah isu Pratikno sakit dan mundur dari jabatan Menko PMK. Pemerintah juga belum berencana reshuffle.
Enam kalurahan di Gunungkidul mendapat pembangunan SPAM dengan anggaran Rp1,159 miliar untuk menambah 215 sambungan rumah.
Menko Polkam Djamari Chaniago menegaskan Kapolda dan Pangdam bisa dimutasi jika gagal mengendalikan kebakaran hutan dan lahan.
Polres Bantul menyiagakan 120 personel untuk mengantisipasi Karhutla di tengah ancaman kemarau lebih kering akibat El Nino.
Sebanyak 297 lansia di Kecamatan Magelang Tengah lulus Sekolah Lansia. Program ini membekali peserta agar tetap sehat, mandiri, dan produktif di usia lanjut.