CCTV Stadion Lukas Enembe Disorot Usai Kericuhan Persipura
Polres Jayapura menyelidiki kericuhan Persipura vs Adhyaksa FC dengan menelusuri CCTV Stadion Lukas Enembe.
Arsip-Gunung Marapi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat menyemburkan abu vulkanik. ANTARA/Muhammad Zulfikar.
Harianjogja.com, PADANG — Badan Geologi Kementerian ESDM mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya gas vulkanik beracun di sekitar kawah Gunung Marapi, Sumatera Barat. Peringatan ini disampaikan berdasarkan hasil evaluasi aktivitas gunung api tersebut dalam periode 1–15 April 2026.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa kawasan puncak dan kawah Marapi masih menyimpan potensi pelepasan gas berbahaya. Jenis gas yang teridentifikasi meliputi karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO2), serta hidrogen sulfida (H2S) yang dapat membahayakan keselamatan manusia jika terhirup dalam konsentrasi tinggi.
Selain potensi gas beracun, aktivitas vulkanik Marapi juga masih ditandai dengan erupsi kecil dan embusan yang berlangsung relatif stabil. Secara visual, asap kawah terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tipis sampai sedang, dengan ketinggian berkisar 50 hingga 600 meter dari puncak.
Dari sisi kegempaan, aktivitas gunung api ini didominasi gempa embusan dan tremor non-harmonik. Dalam dua pekan terakhir, tercatat lima kali gempa erupsi, puluhan gempa embusan, serta ratusan tremor non-harmonik. Selain itu, juga terdeteksi gempa vulkanik dangkal, dalam, hingga gempa tektonik lokal dan jauh.
Meski demikian, Badan Geologi menilai belum ada indikasi peningkatan signifikan aktivitas magma dari dalam perut bumi. Hal ini terlihat dari parameter pemantauan seperti nilai Real Time Seismic Amplitude Measurement (RSAM) yang masih berfluktuasi di kisaran normal tanpa lonjakan berarti.
Kondisi serupa juga tercermin dari variasi kecepatan seismik yang menunjukkan fluktuasi, namun belum mengarah pada peningkatan tekanan magma yang berpotensi memicu erupsi besar. Secara umum, aktivitas Gunung Marapi dinilai masih dalam kategori fluktuatif, namun stabil.
Seiring dengan kondisi tersebut, status Gunung Marapi hingga kini masih berada pada Level II atau Waspada. Badan Geologi pun mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting bagi masyarakat.
Warga, pendaki, maupun wisatawan dilarang memasuki radius tiga kilometer dari pusat aktivitas, yakni Kawah Verbeek. Selain itu, masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai yang berhulu di puncak gunung diimbau mewaspadai potensi banjir lahar, terutama saat curah hujan tinggi.
Jika terjadi hujan abu, masyarakat diminta menggunakan masker guna menghindari gangguan saluran pernapasan. Kepatuhan terhadap rekomendasi ini dinilai penting untuk meminimalkan risiko di tengah aktivitas vulkanik yang masih berlangsung.
Badan Geologi menegaskan akan terus memantau perkembangan Gunung Marapi secara intensif dan melakukan evaluasi berkala guna memastikan keselamatan masyarakat di sekitarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polres Jayapura menyelidiki kericuhan Persipura vs Adhyaksa FC dengan menelusuri CCTV Stadion Lukas Enembe.
Cuaca Makkah hari ini diprediksi hujan dengan suhu mencapai 40 derajat Celsius. Jemaah haji diminta waspada dehidrasi dan panas ekstrem.
Barcelona hanya butuh satu poin saat menjamu Real Madrid di El Clasico untuk memastikan gelar juara Liga Spanyol 2025-2026.
Marc Marquez dipastikan absen di MotoGP Prancis dan Catalunya setelah mengalami retak tulang kaki kanan saat sprint race di Le Mans.
Bupati Gununungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menyatakan hewan kurban di Bumi Handayani mengalami surplus sehingga siap memenuhi kebutuhan di luar daerah.
Studi terbaru mengungkap cuaca ekstrem akibat perubahan iklim mengancam keselamatan jemaah haji dengan risiko panas mematikan di Tanah Suci.