Indonesia Hanya Punya 66 Dokter Aritmia untuk 280 Juta Penduduk
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Arsip-Gunung Marapi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat menyemburkan abu vulkanik. ANTARA/Muhammad Zulfikar.
Harianjogja.com, PADANG — Badan Geologi Kementerian ESDM mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya gas vulkanik beracun di sekitar kawah Gunung Marapi, Sumatera Barat. Peringatan ini disampaikan berdasarkan hasil evaluasi aktivitas gunung api tersebut dalam periode 1–15 April 2026.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa kawasan puncak dan kawah Marapi masih menyimpan potensi pelepasan gas berbahaya. Jenis gas yang teridentifikasi meliputi karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO2), serta hidrogen sulfida (H2S) yang dapat membahayakan keselamatan manusia jika terhirup dalam konsentrasi tinggi.
Selain potensi gas beracun, aktivitas vulkanik Marapi juga masih ditandai dengan erupsi kecil dan embusan yang berlangsung relatif stabil. Secara visual, asap kawah terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tipis sampai sedang, dengan ketinggian berkisar 50 hingga 600 meter dari puncak.
Dari sisi kegempaan, aktivitas gunung api ini didominasi gempa embusan dan tremor non-harmonik. Dalam dua pekan terakhir, tercatat lima kali gempa erupsi, puluhan gempa embusan, serta ratusan tremor non-harmonik. Selain itu, juga terdeteksi gempa vulkanik dangkal, dalam, hingga gempa tektonik lokal dan jauh.
Meski demikian, Badan Geologi menilai belum ada indikasi peningkatan signifikan aktivitas magma dari dalam perut bumi. Hal ini terlihat dari parameter pemantauan seperti nilai Real Time Seismic Amplitude Measurement (RSAM) yang masih berfluktuasi di kisaran normal tanpa lonjakan berarti.
Kondisi serupa juga tercermin dari variasi kecepatan seismik yang menunjukkan fluktuasi, namun belum mengarah pada peningkatan tekanan magma yang berpotensi memicu erupsi besar. Secara umum, aktivitas Gunung Marapi dinilai masih dalam kategori fluktuatif, namun stabil.
Seiring dengan kondisi tersebut, status Gunung Marapi hingga kini masih berada pada Level II atau Waspada. Badan Geologi pun mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting bagi masyarakat.
Warga, pendaki, maupun wisatawan dilarang memasuki radius tiga kilometer dari pusat aktivitas, yakni Kawah Verbeek. Selain itu, masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai yang berhulu di puncak gunung diimbau mewaspadai potensi banjir lahar, terutama saat curah hujan tinggi.
Jika terjadi hujan abu, masyarakat diminta menggunakan masker guna menghindari gangguan saluran pernapasan. Kepatuhan terhadap rekomendasi ini dinilai penting untuk meminimalkan risiko di tengah aktivitas vulkanik yang masih berlangsung.
Badan Geologi menegaskan akan terus memantau perkembangan Gunung Marapi secara intensif dan melakukan evaluasi berkala guna memastikan keselamatan masyarakat di sekitarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Spanyol menang 4-1 atas Kroasia di UEFA Nations League 2026/2027. Lamine Yamal mencetak dua gol, disusul Marc Pubill dan Nico Williams
Prakiraan cuaca DIY Rabu, 30 September 2026: mayoritas berawan, Kota Jogja cerah, suhu 22–33°C. Cek rincian per kecamatan.
Sleman menyelesaikan transfer depo Pandowoharjo untuk mendukung PSEL Regional DIY. Depo Donokerto menunggu anggaran ABT.
Jadwal Samsat Bantul Oktober 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, Samsat Keliling, Jempol Si Panda, SABITA hingga Samsat On Sunday.
Sebanyak 17 Taman Budaya dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul di Jogja dalam Temu Karya Taman Budaya Se-Indonesia XXV 2026.