Terdampak Abu Gunung Agung, Bandara Jember dan Banyuwangi Ditutup Sementara

Newswire
Newswire Selasa, 03 Juli 2018 12:37 WIB
Terdampak Abu Gunung Agung, Bandara Jember dan Banyuwangi Ditutup Sementara

Gunung Agung keluarkan abu vulkanik./Okezone-PVMBG

Harianjogja.com, JEMBER-Abu vulkanik dari erupsi Gunung Agung, Bali berdampak pada Bandara Notohadinegoro Kabupaten Jember dan Bandara Banyuwangi, Jawa Timur. Kedua bandara tersebut ditutup pada Selasa hingga pukul 15.00 WIB.

"Kami menerima \'notice to airmen\' [notam] dari Kantor Direktorat Navigasi Penerbangan untuk penutupan Bandara Notohadinegoro hari ini hingga 10.00 WIB, tetapi kemudian diperpanjang hingga pukul 15.00 WIB," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Bandara Notohadinegoro Edy Purnomo di Kabupaten Jember, Selasa (3/7/2018).

Menurut dia, hujan abu vulkanik Gunung Agung tersebut sempat mengguyur di sekitar Bandara Notohadinegoro Jember, sehingga terlihat sejumlah kaca mobil yang diparkir di area bandara dipenuhi abu.

"Pihak Bandara Notohadinegoro masih menunggu perkembangan, apakah penutupan bandara tersebut akan diperpanjang hingga keesokan harinya atau tidak terkait dengan perkembangan terbaru aktivitas Gunung Agung," tuturnya.

Ia menjelaskan penutupan bandara hingga sore hari tersebut menyebabkan dua pesawat komersial batal beroperasi di Bandara Notohadinegoro Jember yakni Garuda Indonesia dan Wings Air dengan rute Jember-Surabaya PP.

Sementara Asisten Manajemen of Maintenance Facility Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Banyuwangi Andry Lesmana mengatakan, penutupan Bandara Banyuwangi pada Selasa hingga pukul 09.00 WIB dan diperpanjang lagi.

"Kami mendapat informasi terbaru bahwa penutupan Bandara Banyuwangi diperpanjang hingga pukul 15.00 WIB sesuai Notam C7024/18 sebagai dampak erupsi Gunung Agung," tuturnya.

Perpanjangan penutupan kedua bandara tersebut dilakukan setelah melihat perkembangan sebaran abu vulkanik dan arah angin karena observasi dilakukan secara terus menerus dengan sejumlah pihak penerbangan yang berkompeten.

Gunung Agung yang memiliki ketinggian 3.031 meter dari permukaan laut kembali erupsi strombolian atau melontarkan lava pijar yang didahului dengan suara ledakan keras pada Senin (2/7/2018) pukul 21.04 Wita. PVMBG Kementerian ESDM melaporkan ketinggian kolom abu mencapai sekitar dua kilometer dan teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Erupsi itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 24 mm dan durasi kurang lebih tujuh menit 21 detik.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online