Gunung Mayon Filipina Meningkat Aktivitas, Status Siaga 3 Bertahan

Newswire
Newswire Sabtu, 16 Mei 2026 18:47 WIB
Gunung Mayon Filipina Meningkat Aktivitas, Status Siaga 3 Bertahan

Aktivitas Gunung Mayon di Filipina meningkat dengan puluhan gempa vulkanik dan aliran lava, sementara status Siaga 3 tetap berlaku. /Antara.

Harianjogja.com, MANILA—Aktivitas Gunung Mayon di Filipina terus mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir. Otoritas vulkanologi setempat melaporkan puluhan gempa vulkanik, getaran erupsi, hingga aliran lava yang masih berlangsung, sementara status Level Siaga 3 tetap diberlakukan.

Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina atau Phivolcs mencatat aktivitas vulkanik intensif dalam pemantauan selama 24 jam terakhir. Berdasarkan laporan media lokal Filipina, sebanyak 51 gempa vulkanik dan 30 getaran vulkanik terekam dengan durasi antara dua hingga 45 menit.

Selain itu, ratusan kejadian longsoran batuan dan enam sinyal arus kepadatan piroklastik juga terdeteksi dari gunung berapi yang berada di Provinsi Albay tersebut.

Media lokal Filipina, Inquirer, melaporkan aliran lava dari kawah Gunung Mayon masih terus berlangsung dan membentang beberapa kilometer di sepanjang jurang Basud, Bonga, dan Mi-isi.

Phivolcs juga mengamati adanya semburan lava berumur pendek yang muncul dari kawah gunung berapi tersebut.

Aktivitas vulkanik Gunung Mayon semakin meningkat setelah emisi sulfur dioksida mencapai 1.482 ton pada Jumat (15/5/2026), lebih tinggi dibandingkan hari sebelumnya. Sementara itu, awan vulkanik terpantau bergerak ke arah barat daya.

Pemerintah setempat masih melarang masyarakat memasuki zona bahaya permanen dalam radius enam kilometer dari kawah gunung. Otoritas penerbangan juga diminta menghindari jalur udara di sekitar kawasan gunung berapi tersebut.

Phivolcs mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap potensi bahaya erupsi, termasuk aliran lava, longsoran batu, arus piroklastik, letusan dengan intensitas sedang, hingga lahar atau aliran lumpur vulkanik yang dapat dipicu hujan lebat.

​Gunung Mayon, yang terletak di Provinsi Albay di Pulau Luzon, Filipina, merupakan salah satu gunung berapi paling aktif dan paling terkenal di dunia. Terkenal karena bentuk kerucutnya yang simetris sempurna (stratovolcano), nama Mayon diambil dari kata dalam bahasa Bikol, yaitu Magayon, yang berarti "si cantik".

Di balik keindahan visualnya yang menakjubkan, Mayon menyimpan sejarah geologi dan catatan letusan dahsyat yang panjang, menjadikannya salah satu gunung berapi paling diawasi secara ketat oleh Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (PHIVOLCS).

​Catatan sejarah mengenai aktivitas vulkanik Gunung Mayon pertama kali didokumentasikan oleh penjajah Spanyol pada tahun 1616. Sejak saat itu, Mayon telah meletus lebih dari 50 kali dalam kurun waktu empat abad terakhir. Letusan-letusan ini bervariasi mulai dari emisi aliran lava yang lambat hingga ledakan piroklastik hebat yang mematikan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online