Kronologi Pendaki Asal Riau Patah Tulang di Rinjani, Rescue Bergerak

Newswire
Newswire Sabtu, 16 Mei 2026 20:37 WIB
Kronologi Pendaki Asal Riau Patah Tulang di Rinjani, Rescue Bergerak

Foto ilustrasi mendaki gunung, dibuat menggunakan Artificial Intelligence ChatGPT

Harianjogja.com, LOMBOK TIMUR—Pendakian Gunung Rinjani kembali memakan korban. Seorang pendaki asal Riau mengalami patah tulang kaki setelah terjatuh di jalur menuju puncak Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), saat melakukan pendakian pada Jumat (15/5/2026).

Tim gabungan dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Polsek Sembalun, dan Edelweis Medical Help Center (EMHC) langsung diterjunkan untuk melakukan proses evakuasi di kawasan Pelawangan Sembalun. Korban diketahui bernama Karimus dan dilaporkan jatuh sedalam sekitar tujuh meter dari lokasi tempatnya beristirahat.

Kapolsek Sembalun Polres Lombok Timur, Iptu Lalu Subadri, mengatakan korban mengalami cedera serius pada bagian kaki sehingga tidak mampu melanjutkan perjalanan turun secara mandiri.

"Pendaki bernama Karimus itu harus dievakuasi akibat patah tulang kaki, setelah terjatuh di sekitar puncak Gunung Rinjani," kata Subadri di Lombok Timur, Sabtu (16/5/2026).

Menurut dia, insiden terjadi ketika korban hendak melanjutkan perjalanan menuju area puncak Gunung Rinjani. Posisi korban berada sekitar 20 hingga 30 meter dari Pos Pelawangan.

"Korban kedua jatuh saat hendak menuju puncak, posisinya sekitar 20–30 meter dari Pos Pelawangan," ujarnya.

Begitu menerima laporan, tim penyelamat segera bergerak menuju lokasi pendakian untuk memberikan pertolongan awal sekaligus mengevakuasi korban menuju fasilitas kesehatan terdekat.

"Kondisi korban stabil dan sudah diberi logistik serta penanganan awal di lokasi,” katanya.

Hingga Sabtu sore, proses evakuasi pendaki asal Riau tersebut masih berlangsung karena medan pendakian Gunung Rinjani yang cukup terjal dan sulit dijangkau.

"Kami mengimbau kepada wisatawan yang melakukan pendakian untuk tetap berhati-hati, supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan," kata Subadri.

Sebelumnya, kawasan Gunung Rinjani juga menjadi lokasi insiden meninggalnya seorang pendaki asal Jawa Barat bernama Endang Subarna, 48. Korban dilaporkan meninggal dunia saat melakukan pendakian melalui jalur Kandang Sapi Sembalun pada Kamis (14/5/2026).

Kepala Balai TNGR Budy Kurniawan menjelaskan korban mendaki bersama rombongan yang didampingi porter dan tour organizer. Saat perjalanan menuju Pelawangan Sembalun, korban sempat beristirahat di Pos 4 karena cuaca hujan.

Setelah hujan reda sekitar pukul 16.00 Wita, rombongan kembali melanjutkan perjalanan. Namun, beberapa saat kemudian korban tiba-tiba terjatuh dan pingsan di jalur pendakian.

"Namun sekitar 15 menit jalan kaki korban membuka jas hujannya dan melanjutkan jalan kaki beberapa langkah korban menunduk, terjatuh pingsan di jalur pendakian," kata Budy.

Petugas TNGR bersama tim EMHC kemudian melakukan evakuasi darurat untuk memberikan penanganan medis kepada korban. Namun nyawa pendaki asal Jawa Barat tersebut tidak dapat diselamatkan. Jenazah kemudian dibawa turun menuju Puskesmas Sembalun sebelum dirujuk ke RSUD Selong.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online