BMKG Ingatkan Hujan Petir Ancam Sejumlah Kota Besar Hari Ini
BMKG memprakirakan hujan petir dan hujan ringan berpotensi terjadi di sejumlah kota besar Indonesia pada Minggu, 26 Juli 2026.
Foto ilustrasi. /Bisnis Indonesia- Nurul Hidayat
Harianjogja.com, HANOI- Lima orang warga Vietnam ditangkap polisi setempat, Selasa (24/4/2018) karena diduga menggunakan bahan kimia baterai untuk mewarnai limbah biji kopi. Mereka diduga menggunakannya sebagai campuran lada hitam.
Vietnam adalah penghasil terbesar lada hitam di dunia, sekitar setengah dari perdagangan dunia. Negara tersebut juga menjadi penghasil terbesar kopi Robusta di dunia, yang memiliki rasa pahit dan digunakan terutama dalam kopi siap saji.
Kelima orang tersebut, yang dipimpin Nguyen Thi Thanh Loan, 43, ditangkap karena dicurigai melanggar peraturan keamanan pangan setelah kedapatan mencampur limbah kopi dengan cairan seperti tar hitam, yang terbuat dari mangan dioksida, yang ditemukan pada baterai, demikian bunyi laporan tersebut.
Polisi menyita 40 liter cairan bersama dengan lebih dari 21 metrik ton limbah kopi, yang diwarnai, serta lebih dari 200 kilogram bagian baterai bekas dari rumah Loan di Provinsi Dataran Tinggi Tengah Dak Nong.
Panggilan kepada polisi di provinsi itu tidak dijawab pada Selasa.
Dataran Tinggi Tengah adalah wilayah penghasil terbesar kopi di Vietnam. Tempat tersebut juga menghasilkan banyak lada hitam di negara itu.
Loan menjual tiga metrik ton campuran tersebut ke perusahaan perdagangan lada hitam di provinsi tetangga Binh Phuoc, menurut surat kabar Kementerian Keamanan Publik.
Surat kabar Tuoi Tre menyebutkan polisi menyita sembilan ton lada di perusahaan tersebut, yang telah dicampur dengan baterai dan campuran kopi. Perusahaan tersebut telah menjual lada dicampur dengan butiran kopi berlapis bahan kimia baterai selama bertahun-tahun.
"Apapun tujuan mereka, yang mereka lakukan adalah mengancam kesehatan masyarakat. Jika mereka mencampur zat itu dengan kopi atau lada, itu akan menjadi mengerikan dan tidak dapat diterima," kata Nguyen Nam Hai, ketua Asosiasi Lada Vietnam.
"Saya tidak mengerti mengapa mereka melakukannya. Vietnam menyumbang setengah dari produksi lada hitam dunia dan 60-65 persen perdagangan lada hitam global dan harganya sedang jatuh," kata Hai.
"Ini hanya perusahaan kecil dan saya tidak berpikir produk kotor ini bisa berakhir untuk diekspor," tambahnya.
Jika terbukti bersalah, kelima orang tersebut menghadapi hukuman penjara hingga 20 tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BMKG memprakirakan hujan petir dan hujan ringan berpotensi terjadi di sejumlah kota besar Indonesia pada Minggu, 26 Juli 2026.
Kebakaran lahan kembali melanda Wukirsari, Bantul. BPBD mencatat 62 kasus kebakaran hingga 22 Juli 2026, mayoritas dipicu aktivitas manusia.
Google dikabarkan menaikkan harga Pixel 11 yang meluncur 12 Agustus 2026 akibat lonjakan biaya memori dan produksi global.
Harga bawang putih di Pasar Manis Purwokerto kembali naik menjadi Rp50.000 per kilogram. DPKUKM Banyumas terus memantau harga untuk mengendalikan inflasi.
CORE Indonesia menyebut masih ada 1 juta ton molase yang berpotensi mendukung bioetanol. Pemerintah menargetkan penerapan E10 mulai 2027.
Pilur Gunungkidul 2026 dipastikan tanpa perpanjangan pendaftaran. Sebanyak 99 bakal calon lurah mendaftar di 31 kalurahan.