Meutya Hafid Ingatkan Pusat Data AI Jangan Ganggu Air dan Energi
Meutya Hafid menegaskan pembangunan pusat data AI harus mempertimbangkan ketersediaan air, energi, dan konektivitas agar tak ganggu masyarakat.
Kepala BGN Sudaryono. Antara/Anita Permata Dewi\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA— Badan Gizi Nasional (BGN) menutup 1.999 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penutupan dilakukan karena dapur-dapur tersebut tercatat belum mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Kepala BGN Sudaryono mengatakan keputusan tersebut berdasarkan pembaruan data dari Kementerian Kesehatan per 7 September 2026 pukul 17.00 WIB.
Dari hasil identifikasi, sebanyak 1.999 dapur SPPG sama sekali belum melakukan pendaftaran SLHS kepada dinas kesehatan di wilayah masing-masing.
Bukan karena Gagal Memenuhi Syarat
Sudharyono menegaskan kondisi tersebut berbeda dengan dapur yang sudah mengajukan pendaftaran SLHS tetapi belum memenuhi persyaratan untuk mendapatkan sertifikasi.
"Yang artinya, bukan mendaftar kemudian syaratnya tidak dipenuhi. Bukan, tapi ini tidak melakukan pendaftaran," kata Sudharyono dalam keterangannya, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, BGN sebelumnya telah melakukan pengecekan silang sekaligus memberikan waktu kepada dapur-dapur tersebut untuk menindaklanjuti kewajiban pendaftaran SLHS.
BGN juga telah mengonfirmasi kepada pengelola SPPG mengenai status pendaftaran sertifikasi tersebut. Namun, berdasarkan pembaruan data terakhir, sebanyak 1.999 dapur masih tercatat belum mendaftar.
"Tidak melakukan pendaftaran ini telah kami cross-check, telah kami tunggu, telah kami konfirmasi, telah kami tanya dari beberapa waktu yang lalu sampai dengan sekarang," ujarnya.
Sebaran 1.999 Dapur yang Ditutup
Sebanyak 1.999 dapur SPPG yang ditutup tersebut tersebar di tiga wilayah operasional.
Wilayah 1 mencakup 351 dapur. Jumlah terbesar berada di Wilayah 2 dengan 1.417 dapur, sedangkan Wilayah 3 mencakup 231 dapur.
Dengan demikian, Wilayah 2 menjadi area dengan jumlah dapur yang ditutup paling banyak dibandingkan dua wilayah operasional lainnya.
BGN Sisir Puluhan Ribu Dapur SPPG
Penetapan 1.999 dapur tersebut merupakan hasil dari proses penyisiran yang dilakukan BGN terhadap puluhan ribu dapur SPPG.
Sudharyono menyebut penyisiran sebelumnya dilakukan terhadap 27.485 dapur. Dari proses tersebut kemudian dihasilkan penetapan sementara sebanyak 27.022 dapur.
BGN selanjutnya kembali melakukan pemeriksaan terhadap pemenuhan sejumlah persyaratan, termasuk kepatuhan terhadap kewajiban SLHS.
Sertifikasi tersebut menjadi salah satu persyaratan mutlak bagi dapur yang menjalankan program MBG. Karena itu, tidak adanya pendaftaran menjadi dasar BGN menghentikan operasional 1.999 SPPG tersebut.
1.999 Dapur Akan Diinvestigasi
Setelah operasional dihentikan, BGN akan melakukan investigasi terhadap 1.999 dapur SPPG yang tersebar di tiga wilayah tersebut.
"Maka pada hari ini saya nyatakan 1.999 dapur SPPG yang tersebar di tiga wilayah saya tutup untuk kemudian kami lakukan investigasi," kata Sudharyono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Meutya Hafid menegaskan pembangunan pusat data AI harus mempertimbangkan ketersediaan air, energi, dan konektivitas agar tak ganggu masyarakat.
Kemendiktisaintek menargetkan 19.000 artikel ilmiah Indonesia terbit di jurnal internasional Q1 sepanjang 2026.
DJBC mencatat 15.307 penindakan rokok ilegal hingga September 2026 dengan barang bukti 1,2 miliar batang.
Pakar UGM menjelaskan tren downgrading dan trade down sebagai respons rumah tangga terhadap pendapatan stagnan dan ketidakpastian ekonomi.
Kadin mengingatkan penahanan restitusi pajak dapat mengganggu likuiditas perusahaan dan memengaruhi citra investasi Indonesia di mata investor asing.
Jari siswi SMPN 2 Boyolali tersangkut di lubang pintu kelas. Damkar turun tangan dan berhasil melepaskannya menggunakan gerinda kecil.