Kepala BGN Jawab Desakan Hentikan MBG, Fokus Benahi Tata Kelola
Kepala BGN Sudaryono menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tidak dapat dihentikan oleh BGN karena merupakan program Presiden Prabowo Subianto.
Ilustrasi bentrok (JIBI/Solopos/Dok.)
Harianjogja.com, JOGJA - Dewasa ini kasus kekerasan terhadap siswa pendidikan dasar di sekolah kian merebak. Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susanto memberikan lima poin kasus kekerasan yang kerap dialami anak sekolah dasar di seluruh Indonesia.
Poin penting tersebut seperti anak sering menjadi korban cara pandang guru yang salah, pembelajaran kaku yang mengakibatkan anak kurang nyaman belajar maupun kultur sekolah masih mengedepankan beban dan sanksi.
"Ada dua poin lagi, yakni pandangan anak kurang diakomodir serta guru sering berfikir, berfikir dan bertindak menyesuaikan kondisi pendidik yang bukan terbaik bagi anak," ujarnya saat memberikan pemahaman dalam seminar Membangun Karakter Positif Anak Melalui Sekolah yang Menyenangkan, Sabtu (20/9/2014) yang diselenggarakan Perhimpunan Indonesia Belajar bersama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta.
Guna menekan angka angka kasus kekerasan pada anak sehingga tidak berakhir trauma, ia menilai sekolah ramah anak perlu segera diterapkan. Adapun prinsip sekolah ramah anak seperti tanpa diskriminasi, tanpa kekerasan, mengedepankan kepentingan anak, memperhatikan tumbh kembang anak dan memberikan penghargaaan atas prestasi anak.
"Salah satu wujud yang bisa dilakukan sekolah adalah memasang segala bentuk hasil karya anak di tempat yang relevan sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi si anak. Itu akan memotivasi serta memberikan kenyamanan anak untuk memacu proses belajarnya," tandasnya.
Sementara Pakar Pendidikan Anak dari UAD, Sunyata menambahkan selama ini banyak kritik mengarah pada sekolah karena penggunaan paksaan yang kerap dilakukan terhadap siswa. Imbasnya, perasaan takut melingkupi suasana belajar di kelas sehingga anak-anak belajar juga tidak optimal.
"Pendidikan dengan orientasi modern dan religius tidak memberikan kebebasan yang dibutuhkan sekolah dan anak-anak. Ini berbeda dengan pendidikan kaum humanis yang menempatkan kebebasan menjadi hal paling penting. Para pionis pendidikan dunia menekankan kebebasan ini," tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kepala BGN Sudaryono menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tidak dapat dihentikan oleh BGN karena merupakan program Presiden Prabowo Subianto.
PSI Bantul merampungkan kepengurusan di 17 kapanewon dan 76 DPRt, lalu memulai konsolidasi dan pendidikan politik menuju Pemilu 2029.
Kasus HIV/AIDS di Gunungkidul bertambah 36 hingga Mei 2026. Dinkes mencatat 372 pasien rutin berobat, termasuk 13 anak.
Survei LKPI mencatat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mencapai 79,3% pada semester I 2026.
Program Listrik Desa ditargetkan diluncurkan pada Agustus 2026. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut jadwal peresmian masih difinalisasi.
Dewas KPK mengkaji dugaan pelanggaran etik Staf Administrasi KPK Setya Budi Dias dalam kasus dugaan pemerasan terhadap Bupati Pemalang.