Prabowo Ingatkan Ancaman Kelompok yang Tak Suka Pancasila

Alifian Asmaaysi
Alifian Asmaaysi Minggu, 01 November 2026 08:27 WIB
Prabowo Ingatkan Ancaman Kelompok yang Tak Suka Pancasila

Presiden Prabowo Subianto/Bisnis Indonesia

Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Prabowo Subianto mengingatkan masih adanya kelompok yang tidak menyukai ideologi Pancasila dan berupaya menggantinya dengan paham lain. Dia meminta seluruh pihak mempertahankan nilai Pancasila dan kebangsaan untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Prabowo menilai upaya mengganti ideologi negara berpotensi memicu perpecahan bangsa. Karena itu, kewaspadaan terhadap ancaman radikalisme dan disintegrasi sosial perlu terus ditingkatkan di tengah dinamika geopolitik global.

"Nilai-nilai yang kita ajarkan saya minta dipertahankan, nilai Pancasila, nilai kebangsaan, ya. Karena masih banyak kelompok-kelompok yang sesungguhnya tidak suka dengan Pancasila," ujar Prabowo dalam sambutannya saat meresmikan SMA Taruna Nusantara Cimahi, dikutip Sabtu (31/10/2026).

Prabowo Singgung Ancaman Perpecahan Bangsa

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyinggung adanya pihak yang ingin mendirikan negara dengan landasan agama maupun suku. Dia juga menyebut terdapat segelintir kelompok yang diklaim hendak membangun negara berdasarkan ras.

Prabowo turut menyoroti konflik dan pertumpahan darah di tingkat internasional yang dipicu kelalaian jajaran pemimpin. Menurut dia, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian, termasuk dalam menghadapi potensi disintegrasi sosial di dalam negeri.

Dia mengingatkan pihak-pihak yang berniat memecah belah bangsa agar menghentikan upaya tersebut. Prabowo menyebut benteng kekuatan NKRI sangat kokoh.

Pada saat yang sama, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan disebut terus meningkatkan kewaspadaan untuk menghadapi potensi ancaman radikalisme dan disintegrasi secara terukur.

Prabowo Ingatkan Korupsi dan Penjarahan Kekayaan Negara

Selain persoalan ideologi dan persatuan bangsa, Prabowo menyoroti praktik korupsi serta aksi penjarahan kekayaan negara. Menurut dia, tindakan tersebut dapat merugikan perekonomian nasional.

Prabowo memperingatkan pihak-pihak yang tidak setia kepada Pancasila dan NKRI, termasuk mereka yang dinilainya memiliki mentalitas mafia serta berupaya merampok kekayaan negara.

"Dan saya ingatkan mereka-mereka yang tidak setia kepada Pancasila, tidak setia kepada NKRI, atau mereka-mereka yang serakah, mereka-mereka yang bermental mafia yang tujuannya adalah merampok kekayaan negara, pasti akan gagal. Itu pelajaran ribuan tahun peradaban manusia. Yang jahat pasti akan kalah. Itu pasti. Tidak usah kita ragu-ragu, ya," pungkasnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan SMA Taruna Nusantara Cimahi. Dalam kesempatan itu, dia menekankan pentingnya mempertahankan nilai kebangsaan sebagai bagian dari upaya menjaga persatuan dan keutuhan Indonesia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online