Perlinsos Digital Membuka Akses Bansos di Balik Perbukitan
Perlinsos Digital mempermudah warga pelosok Padang Pariaman mengakses bansos. Eli Suarni akhirnya menerima PKH setelah menunggu sejak 2018.
Generasi Z - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Lebih dari 140.000 pelajar dan kaum muda di Jerman telah mendaftar untuk mengikuti demonstrasi serentak di 23 kota pada Sabtu (31/10/2026). Aksi yang digagas inisiatif Generasi Z (Gen Z) itu akan menyoroti pemangkasan anggaran pendidikan dan sosial, kenaikan biaya hidup, serta rencana pemerintah terkait wajib militer.
Inisiatif bernama Gen Z steht auf atau Gen Z Bangkit akan menggelar aksi utama di Berlin, Hamburg, Munich, Frankfurt, dan Cologne. Selain itu, demonstrasi akan berlangsung di 18 kota lainnya berdasarkan informasi yang dicantumkan penyelenggara di situs web mereka.
Cologne mencatat jumlah pendaftar daring terbanyak, yakni lebih dari 12.000 orang. Frankfurt menyusul dengan hampir 11.000 pendaftar, sedangkan Hamburg dan Berlin masing-masing mencatat lebih dari 8.000 orang, serta Munich hampir 7.000 orang.
Demonstrasi dijadwalkan dimulai pukul 14.00 waktu setempat atau pukul 20.00 WIB. Penyelenggara mengusung slogan "Masa depan kita ada di tangan kita."
Soroti Pendidikan, Biaya Hidup, dan Wajib Militer
Melalui aksi tersebut, kelompok Gen Z Bangkit menyoroti sejumlah persoalan yang dinilai berkaitan dengan masa depan generasi muda, mulai dari pemangkasan anggaran pendidikan dan sosial hingga meningkatnya biaya hidup.
Dalam dokumen pernyataan sikapnya, kelompok itu menyerukan kebijakan yang berinvestasi pada pendidikan, jaminan sosial, layanan kesehatan, dan kehidupan yang terjangkau. Mereka menolak kebijakan penghematan yang dinilai justru merugikan generasi muda.
"Kami adalah kaum muda yang tidak ingin lagi hanya menonton saat keputusan mengenai masa depan kami diambil tanpa melibatkan suara kami. 31 Oktober hanyalah permulaan," kata pihak penyelenggara.
Salah satu penggagas Gen Z Bangkit, Akram Selo, menegaskan demonstrasi akan berlangsung secara damai. Dia juga menyampaikan kepada media bahwa kelompoknya menjauhkan diri secara tegas dari segala bentuk kekerasan.
Polisi Siapkan Pengamanan di Berbagai Kota
Menjelang demonstrasi, kepolisian di berbagai wilayah Jerman dilaporkan telah menyiapkan pengamanan. Tabloid Bild, dengan mengutip sumber keamanan, melaporkan bahwa polisi di seluruh negeri telah menerima perintah pengerahan personel dan menetapkan lokasi-lokasi khusus untuk 31 Oktober.
Aparat juga disiagakan di titik-titik yang dinilai rentan. Di kota-kota besar, kendaraan lapis baja dan mobil meriam air disiapkan, sementara ratusan petugas dikerahkan di lapangan.
Pemantauan demonstrasi juga direncanakan menggunakan helikopter. Jika diperlukan, kepolisian akan mengerahkan sejumlah pesawat nirawak.
Laporan tersebut turut menyebut rencana untuk mencegat kelompok ekstremis yang berpotensi melakukan kekerasan di stasiun kereta api. Kelompok itu akan dipisahkan dari peserta demonstrasi lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Perlinsos Digital mempermudah warga pelosok Padang Pariaman mengakses bansos. Eli Suarni akhirnya menerima PKH setelah menunggu sejak 2018.
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Rabu (28/10/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis
Danantara dan BP BUMN merestrukturisasi PTPN I untuk memperkuat keuangan, dengan EBITDA positif Rp1,9 triliun dan target restrukturisasi 2027.
Telkom meraih SDG Pioneer Award di Reuters Events Global Sustainability Awards 2026 berkat inisiatif green carbon dan blue carbon untuk mendukung
Lebih dari 140.000 pelajar dan anak muda mendaftar aksi Gen Z di 23 kota Jerman pada 31 Oktober untuk memprotes sejumlah kebijakan pemerintah.
Karhutla membakar sekitar 100 hektare kawasan konservasi Taman Nasional Lore Lindu di Sigi dan Poso. BBTNLL melibatkan Polri dan TNI.