Selat Hormuz Belum Dibuka, Harga Minyak Melejit Dekati US$90
Harga minyak Brent mendekati US$90 per barel saat peluang pembukaan Selat Hormuz makin diragukan akibat konflik Timur Tengah.
Emanuel Macron/istimewa-Bisnis.com
Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Prancis Emmanuel Macron mendesak masyarakat menjaga ketertiban setelah demonstrasi yang dipicu kenaikan harga bahan bakar, tingginya biaya hidup, dan memburuknya layanan publik berujung pada kerusuhan serta penjarahan di sejumlah kota. Pemerintah Prancis mencatat sekitar 2.400 orang telah ditangkap hingga Minggu (18/10/2026), sementara dampak kerusakan masih terlihat di Paris dan Lyon.
Melansir BBC, Senin (19/10/2026), Macron menyampaikan seruan tersebut melalui pidato nasional dari Istana Élysée. Dia meminta demonstran tidak memperburuk keadaan dan menegaskan bahwa penyampaian aspirasi masyarakat harus dibedakan dari tindakan kekerasan yang merusak fasilitas publik maupun menjarah pertokoan.
"Kita semua merasakan kemarahan dan rasa malu," kata Macron.
Kerusuhan tersebut bermula dari gelombang demonstrasi pada Sabtu (17/10). Sekitar 550.000 orang turun ke jalan untuk menyuarakan berbagai keluhan, dengan sebagian besar aksi awalnya berlangsung damai.
Situasi kemudian berubah setelah kelompok-kelompok perusuh membakar kendaraan dan bangunan, merusak fasilitas umum, serta menjarah toko-toko di Paris, Marseille, Lille, dan sejumlah kota lainnya.
Macron mengecam aksi kekerasan tersebut. Dia menegaskan tidak ada alasan yang dapat membenarkan tindakan itu dan memastikan para pelaku akan menghadapi proses hukum.
Kerusuhan Berlanjut, Aparat Bubarkan Massa
Situasi belum sepenuhnya pulih pada Minggu (18/10/2026), meskipun intensitas kerusuhan dilaporkan lebih rendah dibandingkan sehari sebelumnya.
Di Paris, aparat keamanan menembakkan gas air mata dan granat kejut untuk membubarkan ratusan orang. Sejumlah demonstran kembali melemparkan botol dan batu ke arah polisi.
Kementerian Dalam Negeri Prancis melaporkan sekitar 1.000 petugas polisi terluka dalam kerusuhan pada Sabtu (17/10), termasuk tujuh orang yang mengalami luka serius.
Selama akhir pekan, aparat menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan massa. Sejumlah polisi antihuru-hara juga terlihat memukul demonstran menggunakan tongkat.
Balai Kota Limoges Rusak Parah akibat Kebakaran
Kerusuhan di Prancis turut merusak bangunan bersejarah. Balai Kota Limoges, bangunan yang didirikan pada abad ke-19, mengalami kerusakan parah setelah terbakar akibat aksi perusuh pada Sabtu (17/10).
Kebakaran tersebut mengakibatkan menara jam dan sebagian atap bangunan runtuh ketika api melalap gedung. Kerusakan itu menimbulkan kesedihan di kalangan warga setempat.
Seorang warga bernama Annèyse menilai perusakan bangunan bersejarah sebagai bentuk kemarahan terhadap pemerintah justru membawa kerugian bagi masyarakat luas.
"Ini sangat menyedihkan. Merusak bangunan warisan sejarah hanya karena marah kepada pemerintah adalah tindakan egois. Ini merugikan semua orang," katanya.
Warga lainnya, Gerrard, juga mengatakan kerusakan tersebut sulit diterima dan membutuhkan waktu lama untuk dipulihkan.
Sementara itu, dampak kerusuhan di Paris terlihat pada Minggu pagi. Sejumlah pemilik toko mulai membersihkan pecahan kaca dari tempat usaha mereka, sedangkan petugas kebersihan mengangkut puing-puing di sejumlah ruas jalan utama.
Macron Janjikan Perlindungan dan Penyelidikan Transparan
Di tengah upaya pemulihan, Macron mengatakan pemerintah akan menyiapkan langkah perlindungan bagi pertokoan dan bangunan publik. Pelaksanaannya akan dikoordinasikan antara prefek daerah dan wali kota.
Macron juga menjanjikan transparansi penuh dalam penyelidikan terhadap tindakan aparat selama menangani demonstrasi.
Langkah tersebut disampaikan ketika pemerintah menghadapi dua persoalan sekaligus, yakni pemulihan ketertiban setelah kerusuhan dan penanganan dampak kerusakan yang terjadi di sejumlah wilayah Prancis.
Jumlah penangkapan, korban luka di kalangan polisi, serta kerusakan bangunan dan pertokoan menjadi bagian dari dampak demonstrasi yang awalnya diikuti sekitar 550.000 orang pada Sabtu (17/10/2026).
Pemerintah Prancis menegaskan bahwa tuntutan masyarakat tidak dapat dijadikan pembenaran bagi kekerasan. Sementara itu, upaya perlindungan terhadap fasilitas publik dan pertokoan serta penyelidikan atas tindakan aparat menjadi bagian dari langkah yang dijanjikan Macron setelah kerusuhan meluas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Harga minyak Brent mendekati US$90 per barel saat peluang pembukaan Selat Hormuz makin diragukan akibat konflik Timur Tengah.
KPK memanggil VP Valbury Asia Futures dan pihak swasta sebagai saksi kasus dugaan gratifikasi Rp37,8 miliar yang menjerat eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono.
Menko Polkam Dudung Abdurachman menggelar rapat bersama menteri dan pejabat TNI-Polri membahas karhutla, stok BBM, energi, hingga agraria.
TNI AL memusnahkan 4.364 cartridge vape berisi narkotika senilai Rp34,9 miliar di Lampung. Barang bukti ditemukan di bus rute Medan-Tangerang.
UMKM binaan Astra mencatat potensi transaksi Rp104,9 miliar di Trade Expo Indonesia 2026, termasuk peluang ekspor ke Australia dan Jepang.
Survei BI mencatat SBT dunia usaha turun menjadi 11,46% pada kuartal III/2026. Simak sektor yang melambat dan prospek kuartal IV.