Mentan Amran Siapkan Rp600 Miliar untuk Benih Jagung Pakan

Newswire
Newswire Selasa, 27 Oktober 2026 21:27 WIB
Mentan Amran Siapkan Rp600 Miliar untuk Benih Jagung Pakan

Panen jagung di Celep, Srigading, Sanden, Bantul, Kamis (10/10/2019). - Harian Jogja/ Ujang Hasanudin

Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan anggaran Rp300 miliar untuk pengadaan benih jagung pakan pada 2026. Pemerintah juga merencanakan tambahan anggaran dengan nilai yang sama pada 2027 sehingga total alokasi mencapai Rp600 miliar untuk memperkuat pasokan bahan baku pakan dan membantu memastikan hasil panen petani terserap.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan program tersebut akan disertai pembenahan tata kelola peternakan dari hulu hingga hilir. Pemerintah akan membangun sistem kemitraan yang menghubungkan petani jagung, koperasi, kelompok peternak, dan Perum Bulog.

“Kami siapkan anggaran Rp300 miliar untuk benih jagung. Tahun depan kami anggarkan lagi Rp300 miliar, sehingga totalnya Rp600 miliar. Ini demi peternak ayam Indonesia dan peternak ayam petelur,” kata Amran dalam keterangan tertulis, Selasa (27/10/2026).

Kementan Targetkan Tanam Jagung 300.000 Hektare

Melalui program tersebut, pemerintah menargetkan pengembangan penanaman jagung hingga 300.000 hektare. Langkah ini ditujukan untuk mendukung kebutuhan jagung peternak yang diperkirakan mencapai 1,8 juta ton.

Amran menjelaskan bantuan pemerintah tidak hanya berfokus pada penyediaan benih, tetapi juga mencakup upaya membangun kepastian pasar bagi petani. Kelompok tani akan dibina agar mampu memenuhi kebutuhan jagung untuk pakan, sementara koperasi bertugas mengorganisasi petani sekaligus memperkuat kemitraan dengan kelompok peternak sebagai pembeli.

Dengan pola tersebut, produksi jagung petani diharapkan dapat terhubung langsung dengan kebutuhan industri peternakan. Skema kemitraan juga dirancang untuk membantu peternak ayam pedaging dan ayam petelur memperoleh pasokan bahan baku pakan.

“Kita bangun sistem dari hulu ke hilir, kalau tidak, ini peternak terus menerus berteriak,” ujarnya.

Bulog Disiapkan untuk Menyerap Kelebihan Panen

Dalam mekanisme kemitraan yang dirancang pemerintah, hasil panen petani binaan akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan kelompok peternak yang menjadi mitra. Apabila produksi melebihi kebutuhan mitra, Perum Bulog akan menyerap kelebihan pasokan tersebut.

Keterlibatan Bulog diharapkan memberi petani alternatif pembeli ketika hasil panen tidak seluruhnya terserap oleh kelompok peternak mitra. Dengan demikian, skema ini tidak hanya diarahkan untuk mendukung ketersediaan bahan baku pakan, tetapi juga memperkuat kepastian penjualan hasil produksi petani.

Amran menegaskan pemerintah ingin memastikan bantuan yang diberikan benar-benar bermanfaat bagi petani binaan. Karena itu, ia meminta pemerintah daerah turut mengawasi pelaksanaan kemitraan agar penyerapan hasil panen berjalan tertib dan tepat sasaran.

Pengawasan tersebut juga ditujukan untuk mencegah praktik perantara yang merugikan petani. Pemerintah berharap mekanisme kemitraan dapat berjalan sesuai tujuan, sehingga dukungan anggaran untuk benih jagung berujung pada penguatan produksi sekaligus penyerapan hasil panen.

Pemerintah Minta Kebijakan Bahan Baku Tak Membebani Peternak

Selain jagung, Amran meminta kebijakan pengadaan bahan baku lain, termasuk kedelai untuk kebutuhan peternakan, tidak menambah beban pelaku usaha.

Menurutnya, kebijakan pemerintah perlu menjaga keberlangsungan usaha peternakan sekaligus mendukung masyarakat yang menggantungkan penghidupan pada sektor tersebut.

Rencana anggaran benih jagung sebesar Rp600 miliar untuk 2026 dan 2027, target penanaman 300.000 hektare, serta pelibatan koperasi dan Bulog menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun rantai pasok jagung pakan. Pelaksanaan program dan pengawasan kemitraan akan menjadi unsur penting untuk memastikan kebutuhan peternak dan penyerapan produksi petani dapat berjalan beriringan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online