Gerindra Dalami Informasi Pertemuan Tokoh Oposisi-Dubes Singapura

Newswire
Newswire Minggu, 25 Oktober 2026 10:47 WIB
Gerindra Dalami Informasi Pertemuan Tokoh Oposisi-Dubes Singapura

Logo Partai Gerindra/istimewa

Harianjogja.com, JAKARTA—Partai Gerindra mencermati informasi mengenai dugaan pertemuan sejumlah tokoh yang disebut antipemerintah atau oposisi dengan Duta Besar Singapura untuk Indonesia. Informasi tersebut ramai beredar di media sosial dan menyebut pertemuan berlangsung di kediaman Dubes Singapura di Jakarta.

Sekretaris Fraksi Gerindra DPR RI Bambang Haryadi menyampaikan hal itu merespons berbagai unggahan yang membicarakan dugaan pertemuan tersebut. Menurutnya, partai tengah mencermati informasi yang beredar untuk mengetahui kebenarannya.

"Partai Gerindra mencermati informasi yang belakangan beredar di media sosial, di mana disebutkan adanya pertemuan tokoh-tokoh antipemerintahan bertemu Dubes Singapura untuk Indonesia," kata Bambang dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (25/10/2026).

Bambang menjelaskan Gerindra, melalui anggota-anggotanya yang bertugas di Komisi I DPR RI, sedang mendalami kebenaran informasi tersebut.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa penyampaian pendapat dan kritik terhadap pemerintah merupakan bagian yang sah dalam kehidupan demokrasi. Menurutnya, kritik perlu disampaikan secara konstruktif dan diarahkan untuk mendorong perbaikan.

"Pemerintahan yang dipimpin Presiden Prabowo selama ini terbuka terhadap kritik. Tapi, perlu ditekankan, kritik tersebut hendaknya ditujukan untuk perbaikan tanpa ada sisipan kepentingan lain apalagi asing," ujarnya.

Nama Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Disebut

Informasi yang ramai beredar di media sosial tersebut mengaitkan dua nama tokoh yang disebut mengunjungi kediaman Dubes Singapura. Keduanya adalah Saiful Mujani dan mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal.

Sejumlah unggahan viral turut menampilkan rekaman video area pagar depan Kedutaan Besar Singapura di Jakarta. Video tersebut disertai narasi bernada tuduhan, yakni "Londo ireng is coming".

Namun, kabar mengenai dugaan pertemuan tersebut dibantah oleh Dino Patti Djalal. Ia menyatakan informasi yang beredar di media sosial itu merupakan narasi fiktif.

Dino juga menjelaskan keberadaannya pada periode yang disebut dalam unggahan tersebut. Menurutnya, pada Minggu hingga Selasa, dirinya berada di Perth, Australia, untuk menghadiri konferensi perubahan iklim sebagai pembicara undangan.

"Itu unggahan fiktif dari tim siluman. Dia bilang hari Minggu saya ke rumah Dubes Singapura. Tampaknya mau menciptakan narasi ada kongkalikong mau atau apa. Faktanya, hari Minggu sampai Selasa saya ada di Perth, Australia. Saya lagi diundang untuk bicara dalam konferensi perubahan iklim," kata Dino.

Pernyataan Dino tersebut merupakan bantahan langsung terhadap informasi yang mengaitkan dirinya dengan dugaan pertemuan di kediaman Dubes Singapura.

Gerindra Tekankan Kritik dalam Demokrasi

Di tengah beredarnya informasi itu, Gerindra menyatakan sedang mendalami kebenaran kabar yang beredar melalui anggota partai di Komisi I DPR RI.

Bambang juga menegaskan pemerintah yang dipimpin Presiden Prabowo terbuka terhadap kritik. Namun, ia menyampaikan pandangan bahwa kritik seharusnya ditujukan untuk perbaikan dan tidak disertai kepentingan lain, termasuk kepentingan asing.

Sementara itu, Dino Patti Djalal membantah keterlibatannya dalam pertemuan yang disebut dalam unggahan viral tersebut. Ia menyatakan berada di Perth, Australia, untuk memenuhi undangan berbicara dalam konferensi perubahan iklim.

Dengan demikian, informasi dugaan pertemuan tokoh oposisi dengan Dubes Singapura masih menjadi perhatian Gerindra, sementara salah satu tokoh yang disebut dalam unggahan tersebut telah menyampaikan bantahan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online