Pekalongan Perkuat Transformasi Digital untuk Pangkas Birokrasi
Pemkot Pekalongan meluncurkan tiga aplikasi digital baru untuk mempercepat pelayanan publik, memperkuat tata kelola pemerintahan, dan mendukung transformasi dig
Logo Partai Gerindra/istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA—Partai Gerindra menyatakan dukungan terhadap wacana pemilihan kepala daerah, mulai dari gubernur hingga bupati dan wali kota, dilakukan melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di masing-masing wilayah.
Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Sugiono menilai pemilihan kepala daerah oleh DPRD layak dipertimbangkan sebagai alternatif dari sistem pemilihan langsung yang selama ini diterapkan. Menurutnya, mekanisme tersebut berpotensi lebih efisien dari sisi anggaran, waktu, hingga proses politik.
Usulan pemilihan kepala daerah melalui DPRD ini kembali mencuat seiring meningkatnya biaya penyelenggaraan pilkada yang dinilai semakin membebani anggaran daerah dan memicu tingginya ongkos politik bagi para calon.
“Gerindra berada pada posisi mendukung upaya atau rencana pelaksanaan pemilihan kepala daerah oleh DPRD, baik di tingkat bupati, wali kota, maupun gubernur,” kata Sugiono dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (29/12/2025).
Ia menjelaskan pemilihan kepala daerah melalui DPRD dinilai lebih efisien, mulai dari penjaringan kandidat, mekanisme pelaksanaan, hingga penghematan anggaran dan biaya politik. Sugiono mencontohkan pada 2015 dana hibah APBD untuk pilkada hampir mencapai Rp7 triliun dan terus meningkat hingga lebih dari Rp37 triliun pada 2024.
“Dana sebesar itu sejatinya dapat dialihkan untuk program-program yang lebih produktif, seperti peningkatan kesejahteraan dan penguatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Selain soal anggaran, Sugiono juga menyoroti tingginya ongkos politik yang harus ditanggung calon kepala daerah dalam sistem pemilihan langsung. Menurutnya, kondisi tersebut kerap menjadi penghambat bagi figur-figur yang sebenarnya kompeten dan berintegritas untuk maju dalam kontestasi pilkada.
Ia menegaskan pemilihan kepala daerah melalui DPRD tidak menghilangkan esensi demokrasi, karena anggota DPRD merupakan wakil rakyat hasil pemilihan umum. Bahkan, proses tersebut dinilai dapat diawasi publik secara lebih ketat melalui partai politik.
Partai Gerindra mendorong agar wacana pemilihan kepala daerah oleh DPRD dikaji secara mendalam dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, guna memastikan mekanisme yang dipilih tetap transparan, demokratis, dan sejalan dengan aspirasi publik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemkot Pekalongan meluncurkan tiga aplikasi digital baru untuk mempercepat pelayanan publik, memperkuat tata kelola pemerintahan, dan mendukung transformasi dig
Maroko menyingkirkan Belanda lewat adu penalti 3-2 setelah bermain imbang 1-1 dan melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Hotel di Bantul membidik pasar komunitas untuk mendongkrak okupansi saat libur sekolah. PHRI menargetkan tingkat hunian mencapai 70 persen.
Harga cabai rawit merah mencapai Rp57.050 per kg. Simak daftar lengkap harga pangan nasional terbaru berdasarkan data PIHPS Nasional
Stemawa Moto Contest 2026 di SMK Ma’arif 1 Wates diikuti 130 peserta dengan delapan kategori modifikasi motor dari DIY dan sekitarnya.
Daftar rute Trans Jogja 2026 terbaru beserta tarif lengkap. Simak jalur bus Trans Jogja yang menghubungkan pusat kota hingga kawasan pinggiran DIY