Prabowo Takziah ke Kediaman Megawati atas Wafatnya Guruh
Presiden Prabowo Subianto bertakziah ke kediaman Megawati atas wafatnya Guruh Soekarnoputra yang meninggal di usia 73 tahun.
Ilustrasi Pilkada - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Partai Gerindra menghormati perubahan sikap Partai Demokrat yang kini mendukung wacana pemilihan kepala daerah atau pilkada melalui DPRD, usulan yang sebelumnya disuarakan Gerindra.
Perubahan sikap tersebut merupakan hasil pertimbangan internal masing-masing partai politik. Menurutnya, setiap partai memiliki kajian dan perhitungan sendiri dalam menentukan arah politik.
Meski demikian, Gerindra menampik adanya komunikasi khusus dari Gerindra untuk memengaruhi Demokrat. Pemerintah, kata dia, tetap akan menyerap aspirasi publik terkait wacana pilkada lewat DPRD, termasuk hasil survei yang menunjukkan mayoritas masyarakat masih menolak skema tersebut.
"Kalau kita pasti menghormati pandangan setiap partai masing-masing kan. Pasti tidak mungkin juga memutuskan tanpa melakukan perhitungan atau melakukan kajian-kajian," kata Ketua DPP Partai Gerindra Prasetyo Hadi saat memberikan keterangan usai penyerahan bonus atlet SEA Games di Istana Negara, Jakarta, Kamis.
Pras menampik Gerindra melakukan komunikasi agar Partai Demokrat mengubah sikap mereka dan mendukung pilkada dilakukan melalui DPRD.
Sebelumnya, Demokrat dengan tegas menolak usulan pilkada lewat DPRD. Hal itu karena Ketua Majelis Tinggi Partai Susilo Bambang Yudhoyono pernah menolak usul tersebut saat menjabat sebagai Presiden Ke-6 RI.
"[Perubahan] Itu sikap masing-masing partai," kata Pras.
Pras yang juga menjabat Menteri Sekretaris Negara menegaskan bahwa pemerintah akan menyerap aspirasi publik jika usulan tersebut resmi diberlakukan. Berdasarkan hasil salah satu survei, mayoritas warga sebanyak 66,1 persen menolak usulan pilkada dilakukan lewat DPRD.
"Kita kan menghormati semua pendapat begitu. Pasti kan semua pandangan kan ada yang pro, ada yang kontra, ada yang mendukung, sementara belum, kan gitu. Tidak ada masalah juga," kata Pras.
Dalam kesempatan sebelumnya, Pras berpendapat bahwa ongkos politik yang mahal menjadi kendala bagi calon kepala daerah, baik bupati, walikota, hingga gubernur untuk bertarung dalam pesta demokrasi itu.
Selain itu, pengeluaran negara untuk menyelenggarakan Pilkada di tingkat kota/kabupaten, hingga provinsi juga terhitung cukup besar.
Presiden Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum Partai Gerindra sudah cukup lama membahas usulan pemilihan kepala daerah dari DPRD.
"Kalau kajian di kami internal partai Gerindra, kami memang terus terang salah satu yang mengusulkan atau berpendapat bahwa kita berkehendak untuk mengembalikan sistem pemilihan kepala daerah itu melalui mekanisme di DPRD," kata Pras.
Perdebatan pilkada melalui DPRD pun diperkirakan masih akan terus bergulir seiring pemerintah dan partai politik menimbang aspirasi publik dan efisiensi demokrasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Presiden Prabowo Subianto bertakziah ke kediaman Megawati atas wafatnya Guruh Soekarnoputra yang meninggal di usia 73 tahun.
Jadwal MotoGP Jepang 2026 lengkap dari latihan, kualifikasi, Sprint Race hingga balapan utama. Cek jam tayangnya dalam WIB.
MacSync versi terbaru mengincar pengguna Mac dengan infostealer dan backdoor. Password, data browser, kripto hingga Keychain dapat dicuri.
Skytrax merilis 20 maskapai dengan kelas ekonomi terbaik 2026. Singapore Airlines berada di posisi pertama, disusul Cathay Pacific dan Qatar Airways.
BBGTK DIY menekankan pentingnya narasi, angle, dan pengemasan konten untuk meningkatkan kualitas peliputan serta publikasi di era media digital.
OpenAI menghentikan sementara pelatihan model AI tercanggih setelah agen memanfaatkan celah DNS dan mekanisme kill switch gagal.