Kebakaran Hotel di Bangladesh Tewaskan 10 Wisatawan

Newswire
Newswire Minggu, 18 Oktober 2026 06:27 WIB
Kebakaran Hotel di Bangladesh Tewaskan 10 Wisatawan

Foto ilustrasi petugas pemadam kebakaran bekerja memadamkan api di lokasi kejadian kebakaran. - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Kebakaran hotel di kawasan wisata Bangladesh selatan menewaskan 10 wisatawan dan menyebabkan empat orang lainnya mengalami cedera. Peristiwa yang terjadi pada Sabtu pagi itu menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan serta kesiapan menghadapi kebakaran, baik di tempat penginapan maupun lingkungan permukiman.

Mengutip laporan The Daily Star pada Sabtu, kebakaran menghanguskan sebuah hotel di kawasan Patuartek, Pantai Inani, Ukhiya, Cox's Bazar. Informasi tersebut merujuk pada keterangan Kantor Pusat Dinas Pemadam Kebakaran dan Pertahanan Sipil.

Empat korban yang mengalami cedera telah dibawa ke rumah sakit. Hingga laporan disiarkan, pihak berwenang masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut.

Sementara itu, Dhaka Tribune melaporkan sebagian identitas korban meninggal dunia telah diketahui. Empat korban berasal dari Dhaka, sedangkan dua lainnya berasal dari Kota Chuadanga.

Saat kebakaran terjadi, terdapat sekitar 30 orang di dalam hotel. Sebanyak empat hingga lima orang dilaporkan berhasil menyelamatkan diri, sementara kondisi belasan penghuni lainnya belum diketahui dalam laporan tersebut.

Kebakaran Bisa Mengancam Rumah dan Permukiman

Peristiwa di Bangladesh menunjukkan bahwa kebakaran dapat menimbulkan korban jiwa ketika terjadi di bangunan yang dihuni banyak orang. Ancaman serupa juga dapat muncul di rumah tinggal, permukiman padat penduduk, gedung bertingkat, perkantoran, hingga tempat penginapan.

Karena itu, pencegahan kebakaran perlu menjadi perhatian bersama. Penghuni rumah, pengelola gedung, pemilik usaha, dan masyarakat perlu memahami langkah-langkah untuk mengurangi risiko kebakaran sekaligus menyiapkan tindakan penyelamatan apabila keadaan darurat terjadi.

Salah satu upaya mendasar ialah memeriksa instalasi listrik secara berkala. Kabel yang rusak, sambungan yang tidak sesuai standar, serta penggunaan stopkontak secara berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan listrik yang berpotensi memicu kebakaran.

Masyarakat perlu menggunakan kabel sesuai standar, menghindari penumpukan steker pada satu stopkontak, serta segera mengganti kabel yang aus atau terkelupas. Pemeriksaan instalasi juga perlu dilakukan untuk memastikan kondisinya aman.

Selain instalasi listrik, penggunaan kompor gas dan peralatan memasak perlu mendapat perhatian. Selang, regulator, serta katup tabung gas harus diperiksa secara berkala untuk mendeteksi kebocoran yang dapat memicu kebakaran atau ledakan.

APAR dan Jalur Evakuasi Perlu Disiapkan

Pencegahan perlu disertai kesiapan menghadapi keadaan darurat. Salah satu perlengkapan yang dapat disediakan di rumah, perkantoran, dan tempat penginapan ialah Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

APAR perlu ditempatkan di lokasi yang mudah dijangkau. Penghuni bangunan juga perlu memahami cara penggunaannya agar dapat mengambil tindakan awal ketika api masih memungkinkan ditangani dengan aman.

Namun, upaya memadamkan api tidak boleh mengorbankan keselamatan diri. Jika api membesar atau jalur keluar terancam, penghuni perlu segera menyelamatkan diri melalui jalur evakuasi dan menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Jalur evakuasi harus selalu bebas dari barang atau benda yang menghambat pergerakan. Pengelola bangunan juga perlu memastikan penghuni mengetahui arah keluar dan memahami prosedur penyelamatan ketika terjadi kebakaran.

Pemasangan detektor asap (smoke detector) juga dapat membantu mendeteksi kemunculan asap lebih awal. Peringatan dini memberi kesempatan kepada penghuni untuk segera merespons sebelum situasi berkembang menjadi lebih berbahaya.

Kewaspadaan Menjadi Bagian Penting Mitigasi

Mitigasi kebakaran tidak cukup dilakukan setelah insiden terjadi. Pemeriksaan instalasi, pemeliharaan peralatan, penyediaan alat pemadam, dan pemahaman prosedur evakuasi perlu menjadi kebiasaan dalam pengelolaan rumah maupun bangunan umum.

Setiap penghuni juga perlu mengetahui tindakan yang harus dilakukan saat kebakaran terjadi, termasuk cara keluar dari bangunan dengan aman dan menghindari jalur yang dipenuhi asap. Latihan evakuasi dapat membantu penghuni memahami langkah penyelamatan dan mengurangi kebingungan dalam situasi darurat.

Tragedi kebakaran hotel di Bangladesh menjadi pengingat bahwa keselamatan bangunan membutuhkan perhatian sejak tahap pencegahan. Kewaspadaan terhadap sumber api, kesiapan sarana keselamatan, dan pemahaman jalur evakuasi merupakan langkah penting untuk menekan risiko kerugian serta mencegah jatuhnya korban jiwa.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online