Anies Baswedan Raih Penghargaan Bergengsi di London

Hafiyyan
Hafiyyan Sabtu, 17 Oktober 2026 13:37 WIB
Anies Baswedan Raih Penghargaan Bergengsi di London

Anies Baswedan menerima Freedom of the City of London setelah dinominasikan tokoh London. Ia mendorong kerja sama Indonesia dan Inggris. /Instagram.

Harianjogja.com, LONDON—Anies Baswedan menerima penghargaan Freedom of the City of London di Guildhall, London, Inggris, Jumat (16/10/2026). Penghargaan yang memiliki tradisi sejak 1237 itu menjadi kesempatan bagi mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut untuk mendorong penguatan hubungan Indonesia dan Inggris, terutama melalui kerja sama antarkota.

Anies memperoleh penghargaan tersebut setelah dinominasikan langsung oleh mantan Lord Mayor of London Alderman Alastair King bersama Alderman Gregory Jones KC. Penganugerahannya berlangsung di Guildhall, balai kota bersejarah yang selama berabad-abad menjadi pusat pemerintahan City of London.

Tradisi Freedom of the City of London telah tercatat sejak 1237. Sejumlah tokoh dunia yang pernah menerima penghargaan tersebut antara lain Winston Churchill, Nelson Mandela, Stephen Hawking, J.K. Rowling, dan Cate Blanchett.

Pada akhir upacara, Anies disambut sebagai Citizen of London, mengikuti tradisi yang telah berlangsung sejak abad ke-13.

Nominasi Disetujui Sejak Juni 2025

Nominasi Anies disetujui Court of Common Council, badan tertinggi City of London Corporation, pada Juni 2025. Dalam daftar persetujuan yang sama, terdapat nama aktris peraih Oscar Cate Blanchett dan kapten tim rugbi Inggris Maro Itoje.

Upacara penganugerahan dipimpin Alderman Vincent Keaveny, Lord Mayor of London periode 2021–2022, yang hadir sebagai Representative Lord Mayor.

Keaveny sebelumnya pernah menerima Anies di Mansion House, kediaman resmi Lord Mayor, pada Mei 2022. Sebulan kemudian, Anies menjamu Keaveny di Balai Kota Jakarta.

Anies Sebut Penghargaan sebagai Pintu Kerja Sama

Dalam pidatonya seusai menerima penghargaan, Anies menegaskan bahwa Freedom of the City of London tidak semestinya hanya dipandang sebagai simbol atau pencapaian pribadi. Ia ingin memanfaatkan penghargaan tersebut untuk membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Indonesia dan Inggris.

“Saya ingin memperlakukan Freedom ini sebagai pintu, bukan piala. Negara bernegosiasi, kota saling belajar. Melalui pintu ini saya berharap dapat mengajak para wali kota, insinyur, guru, dan anak-anak muda Indonesia ke sini, dan mengundang London ke Jakarta,” ujar Anies dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/10/2026).

Menurut Anies, persahabatan Inggris dan Indonesia telah terjalin sejak lama. Namun, ia menilai kerja sama antarkota kedua negara masih memiliki ruang untuk terus dikembangkan.

Gagasan tersebut menjadi salah satu pesan utama yang disampaikan Anies dalam pidato berbahasa Inggris pada acara penganugerahan di Guildhall.

Angkat Makna Republik dan Keberagaman

Selain hubungan bilateral, Anies membahas makna republik sebagai janji untuk melindungi dan menyejahterakan warga negara.

“Republik adalah sebuah janji. Para pendiri bangsa kami tidak menulis ‘kami berharap’. Mereka menulis ‘kami akan’: melindungi setiap warga negara, mencerdaskan setiap anak, menghadirkan kesejahteraan bagi semua. Janji adalah utang,” katanya.

Anies juga menyoroti keberagaman yang dimiliki London dan Indonesia. Menurut dia, kemajemukan di kedua wilayah perlu dirawat melalui persatuan dan kerja bersama.

Pada bagian penutup pidatonya, Anies mengucapkan kata “Merdeka”. Ia menyebut kata tersebut sebagai ungkapan kebebasan sekaligus istilah yang memiliki makna mendalam bagi bangsa Indonesia.

Rekam Jejak Anies dalam Jaringan Kota Dunia

Hubungan Anies dengan London juga berkaitan dengan kiprahnya dalam jaringan kota internasional. Ketika memimpin Jakarta pada 2017–2022, ia menjabat sebagai Vice Chair C40 Cities, jaringan kota-kota besar dunia yang berfokus pada aksi iklim.

Dalam organisasi tersebut, Anies mendampingi Wali Kota London Sadiq Khan yang menjabat sebagai ketua.

Pembenahan transportasi publik Jakarta, yang antara lain mengadopsi pembelajaran dari London, turut mengantarkan Jakarta menjadi kota pertama di Asia Tenggara yang meraih Sustainable Transport Award pada 2021.

Selain aktivitasnya dalam jaringan kota dunia, Anies tercatat sebagai anggota dewan Asia Research Centre di University of Oxford sejak 2023.

Dalam dua tahun terakhir, ia kerap mendapat undangan untuk berbicara di Oxford, Cambridge, serta di hadapan diaspora Indonesia di London.

Sebelumnya, Anies masuk dalam daftar 100 Intelektual Publik Dunia versi majalah Foreign Policy pada 2008. Setahun kemudian, ia terpilih sebagai Young Global Leader oleh Forum Ekonomi Dunia pada 2009.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online