KPK Sita Uang Rp3,3 Miliar dalam OTT BNPB, Ada Emas dan Aset Kripto
KPK memperbarui nilai uang tunai yang disita dalam OTT BNPB menjadi Rp3,3 miliar. Penyidik juga mengamankan logam mulia dan aset kripto.
Wamen ATR/BPN Ossy Dermawan menyerahkan penyelidikan kebakaran Kantor BPN Karawang kepada polisi. Delapan mobil damkar dikerahkan. /Antara.
Harianjogja.com, KARAWANG—Penyebab kebakaran yang menghanguskan kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian. Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Ossy Dermawan meminta semua pihak memberi ruang kepada polisi untuk mengungkap penyebab kejadian tersebut.
"Kami memberikan waktu dan ruang ke pihak kepolisian untuk menyelidiki dan melakukan investigasi atas terjadinya kebakaran di kantor BPN Karawang," kata Ossy saat meninjau lokasi kebakaran di Karawang, Kamis.
Berdasarkan informasi awal dari petugas penjaga kantor, api diduga berasal dari lantai dua gedung BPN Karawang. Meski demikian, informasi tersebut belum dapat dipastikan dan masih harus dibuktikan melalui penyelidikan lebih lanjut.
Ossy menyampaikan pihaknya mempersilakan kepolisian melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab kebakaran. Setelah proses pemadaman selesai, polisi akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Gudang Arsip Ikut Terdampak Kebakaran
Dari pengamatan di luar bangunan, kebakaran terlihat berdampak pada sejumlah ruangan di kantor BPN Karawang, termasuk gudang arsip. Namun, tingkat kerusakan secara keseluruhan belum dapat dipastikan.
Pemeriksaan menyeluruh baru dapat dilakukan setelah api benar-benar padam. Karena itu, kondisi bangunan dan dampak kebakaran terhadap bagian-bagian kantor masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut.
Ossy mengatakan dirinya langsung meninjau lokasi setelah mendengar kabar kebakaran. Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan keselamatan pegawai sekaligus memantau proses pemadaman serta upaya penyelamatan aset dan dokumen pertanahan.
Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Pihaknya juga berupaya menyelamatkan aset dan dokumen pertanahan yang masih memungkinkan untuk diselamatkan.
Delapan Mobil Pemadam Dikerahkan
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang mengerahkan delapan unit mobil pemadam kebakaran untuk menangani kebakaran kantor BPN tersebut.
"Ada delapan unit armada yang diturunkan untuk melakukan pemadaman," kata Komandan Peleton 3 Damkar BPBD Kabupaten Karawang, Rudi Suwardi, di Karawang, Kamis.
Kebakaran terjadi pada Rabu malam (14/10/2026). Proses pemadaman dimulai sekitar pukul 22.00 WIB dan berlangsung hingga Kamis pagi.
Upaya pemadaman juga mendapat bantuan mobil pemadam kebakaran dari kawasan industri Karawang International Industrial City (KIIC) serta dari Kodim Karawang.
Hingga proses pemadaman dinyatakan selesai, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian. Pemeriksaan lebih lanjut juga diperlukan untuk mengetahui tingkat kerusakan bangunan serta dampaknya terhadap aset dan dokumen pertanahan yang tersimpan di dalam kantor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK memperbarui nilai uang tunai yang disita dalam OTT BNPB menjadi Rp3,3 miliar. Penyidik juga mengamankan logam mulia dan aset kripto.
KAI diminta menyusun masterplan transformasi KRL Jabodetabek untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang diproyeksikan mendekati 600 juta pada 2036.
Perumda Air Minum Tirta Binangun memperluas akses air bersih di Kulon Progo. Hingga September 2026, jumlah pelanggan tercatat mencapai 48.586 sambungan rumah un
BPBD Sleman menyalurkan 831.300 liter air bersih sejak April hingga Oktober 2026. Warga diminta menghemat air dan bersiap menghadapi musim hujan.
Sekitar 600 truk di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang perlu peremajaan. Usia armada mencapai 40 tahun, sedangkan harga truk baru bisa Rp1,12 miliar.
Menhut Raja Juli Antoni mengoptimalkan modifikasi cuaca dan water bombing untuk menangani karhutla di Kalimantan Tengah yang terkendala jarak pandang.