Trump Klaim Aliran Minyak Selat Hormuz Pulih, Lampaui Level Sebelum Perang
Trump mengklaim aliran minyak melalui Selat Hormuz telah pulih dan mencapai level yang sama atau melampaui sebelum perang dengan Iran.
Warga memancing saat ombak besar di kawasan pelabuhan Muara Baru, Jakarta, Senin (2/1)./Bisnis-Himawan L Nugraha\r\n\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah menyiapkan pembangunan Giant Sea Wall atau Tanggul Laut Raksasa untuk memperkuat perlindungan kawasan pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa. Tahap awal proyek tersebut akan dimulai melalui groundbreaking solusi berbasis alam atau nature-based solution seperti mangrove pada Oktober 2026.
Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko IPK) Nazib Faizal mengatakan persiapan groundbreaking tersebut tengah dilakukan.
"Ini kita mau groundbreaking InsyaAllah bulan Oktober ini, tapi groundbreaking-nya nature-based solution, mangrove ya," ujar Nazib saat ditemui ANTARA di Jakarta, Rabu.
Menurut Nazib, pelaksanaan groundbreaking solusi berbasis alam tersebut diharapkan dapat segera dilakukan. Persiapan ditargetkan rampung dalam waktu dekat.
"Iya, betul, ini mau kita segera, mudah-mudahan dalam waktu dekat seminggu, dua minggu lagi, lagi kita siapkan," katanya.
Infrastruktur Keras Ditargetkan Tahun Depan
Pembangunan Giant Sea Wall tidak hanya menggunakan pendekatan berbasis alam. Pemerintah juga menyiapkan giant sea wall yang menggunakan infrastruktur keras atau grey infrastructure.
Menurut Nazib, groundbreaking untuk infrastruktur keras tersebut diharapkan dapat dilaksanakan pada tahun depan.
"Untuk yang hard infrastructure, yang grey infrastructure itu InsyaAllah tahun depan," katanya.
Pemerintah melalui Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) sebelumnya mempercepat sistem perlindungan terintegrasi pesisir Pantura Jawa.
Sistem tersebut mencakup pembangunan perlindungan pesisir yang tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan tanggul laut, tetapi sebagai satu kesatuan sistem untuk menghadapi berbagai ancaman di kawasan Pantura.
Giant Sea Wall Gabungkan Tanggul dan Mangrove
Pemerintah Republik Indonesia melalui BOPPJ menegaskan pengembangan sistem perlindungan pesisir Pantura Jawa, termasuk Giant Sea Wall (GSW), merupakan bagian dari strategi nasional untuk menjaga keberlanjutan peradaban pesisir Pantura Jawa.
Konsep perlindungan yang dikembangkan mengombinasikan sejumlah pendekatan. Sistem tersebut mencakup tanggul laut atau offshore dike, tanggul pantai atau onshore dike, serta solusi berbasis alam atau nature-based solutions seperti penguatan ekosistem mangrove.
Pendekatan tersebut disiapkan untuk menghadapi tantangan yang dihadapi kawasan Pantura Jawa.
Wilayah Pantai Utara Jawa menghadapi persoalan berupa penurunan muka tanah, kenaikan muka air laut, banjir akibat hujan, serta banjir rob.
Dampaknya mencakup permukiman, kawasan industri, pelabuhan, bandara, lahan pertanian, berkurangnya garis pantai dan daratan, hingga infrastruktur strategis nasional.
Perencanaan Groundbreaking Dilakukan Bersamaan
Kepala BOPPJ Didit Herdiawan Ashaf mengatakan pihaknya juga melaksanakan kegiatan perencanaan groundbreaking program dan groundbreaking infrastruktur agar berjalan bersama-sama.
Pada tahap pelaksanaan, kegiatan tersebut akan dilakukan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, mulai dari tingkat kabupaten atau kota hingga tingkat provinsi.
Kerja sama lintas pemerintahan tersebut menjadi bagian dari persiapan pembangunan sistem perlindungan pesisir Pantura Jawa.
Target Pembangunan hingga 20 Tahun
Presiden Prabowo Subianto menyatakan tekad untuk memulai pembangunan Giant Sea Wall di sepanjang Pantai Utara Pulau Jawa pada masa pemerintahannya.
Proyek tersebut diproyeksikan membutuhkan waktu panjang untuk diselesaikan, dengan perkiraan pengerjaan hingga 20 tahun.
Prabowo juga mengatakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah menghasilkan terobosan teknologi yang akan digunakan dalam pembangunan tanggul besar tersebut.
Ia menegaskan pembangunan Giant Sea Wall bertujuan untuk mengamankan kawasan Pantai Utara Pulau Jawa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Trump mengklaim aliran minyak melalui Selat Hormuz telah pulih dan mencapai level yang sama atau melampaui sebelum perang dengan Iran.
Kapolri Suyudi Ario Seto langsung melakukan mutasi 88 personel setelah dilantik. Sebanyak 23 Pati juga bergeser dan sejumlah Kapolda berganti.
KemenPPPA menegaskan anak terduga pelaku dan anak saksi dalam kasus perundungan hingga tewas di Pemalang tetap harus mendapat perlindungan.
Pemkab Bantul memperpanjang kontrak 3.325 P3K paruh waktu. Sebanyak 10 pegawai tak diperpanjang karena pensiun, mengundurkan diri, kinerja, dan meninggal.
KPK masih menunggu kedatangan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi di lingkungan ATR/BPN.
Kemenko IPK menyebut groundbreaking Giant Sea Wall berbasis mangrove dilakukan Oktober 2026, sementara infrastruktur keras ditargetkan tahun depan.