Hakim Tolak Praperadilan Febrie, Keterangan Tan Kian Disorot
Praperadilan Febrie Adriansyah ditolak PN Jaksel. Tim hukum segera berdiskusi dengan klien untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.
Tampilan foto udara erupsi Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, Sabtu (5/9/2026). ANTARA/HO-Badan Geologi\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA— Sebaran debu vulkanik dari sejumlah gunung api di Indonesia masih terpantau Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Kamis (10/9/2026).
Pemantauan dilakukan menggunakan analisis citra RGB Himawari-9 hingga pukul 07.00 WIB. Dari lima gunung api yang diamati, sebaran debu vulkanik dari dua gunung sudah tidak terdeteksi.
BMKG menyampaikan informasi tersebut melalui akun Instagram @infobmkg pada Kamis (10/9/2026). Dua gunung api yang tidak lagi terdeteksi sebaran debu vulkaniknya yakni Gunung Anak Krakatau dan Gunung Lewotolo.
"Gunung Anak Krakatau teramati sudah tidak terdeteksi adanya sebaran debu vulkanik. Gunung Lewotolo teramati sudah tidak terdeteksi adanya sebaran debu vulkanik," tulis @infobmkg.
Sementara itu, aktivitas sebaran abu vulkanik masih terpantau dari Gunung Dukono dan Gunung Ibu. Abu vulkanik dari kedua gunung tersebut terdeteksi mulai dari permukaan hingga ketinggian 7.000 kaki.
Sebaran abu vulkanik Gunung Dukono mencakup sebagian wilayah Kabupaten Halmahera Utara, Perairan Barat Daya Morotai, serta Pulau Morotai.
Adapun abu vulkanik Gunung Ibu terpantau menyebar di sebagian wilayah Kabupaten Halmahera Barat, Perairan Halmahera Barat, dan Kabupaten Halmahera Utara.
Berbeda dengan dua gunung tersebut, sebaran abu vulkanik Gunung Semeru belum dapat diamati. Kondisi tersebut disebabkan wilayah gunung tertutup awan sehingga pemantauan sebaran debu vulkaniknya tidak dapat dilakukan.
Berkaitan dengan kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti perkembangan informasi mengenai aktivitas dan sebaran debu vulkanik melalui sumber resmi.
Sumber informasi yang disarankan BMKG antara lain BMKG, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), serta Badan Geologi.
Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada masyarakat yang berada di sekitar Selat Sunda Barat Pandeglang, sebagian Lembata, Selat Flores–Lamakera, sebagian Halmahera Barat, Halmahera Utara, Pulau Morotai, Perairan Barat Daya Morotai, dan Perairan Barat Laut Morotai.
BMKG meminta masyarakat tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan sebaran debu vulkanik.
"Tidak panik, namun tetap waspada. Selalu pantau informasi sebaran debu vulkanik untuk keselamatan penerbangan," pungkasnya.
Lima Gunung Api yang Dipantau
Berdasarkan pemantauan BMKG melalui citra RGB Himawari-9 hingga pukul 07.00 WIB, lima gunung api yang menjadi perhatian yakni Gunung Anak Krakatau, Gunung Lewotolo, Gunung Dukono, Gunung Ibu, dan Gunung Semeru.
Dari lima gunung tersebut, Gunung Anak Krakatau dan Gunung Lewotolo sudah tidak terdeteksi memiliki sebaran debu vulkanik. Gunung Dukono dan Gunung Ibu masih terpantau menyebarkan abu vulkanik hingga ketinggian 7.000 kaki, sedangkan sebaran abu Gunung Semeru tidak dapat diamati karena tertutup awan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Praperadilan Febrie Adriansyah ditolak PN Jaksel. Tim hukum segera berdiskusi dengan klien untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.
Daftar 10 SMP berprestasi di Jogja berdasarkan data SIMT Puspresnas, dengan capaian prestasi siswa tingkat kabupaten hingga internasional.
Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) Yogyakarta mencatatkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) melalui 1.541 karakter animasi dan game karya mahasiswa.
Pasien psikiatri anak dan remaja di RS Grhasia mencapai 900 orang. Ketergantungan gadget menjadi salah satu faktor yang banyak ditemukan.
Baznas dan Kemdiktisaintek bekerja sama memperluas akses pendidikan, beasiswa, literasi zakat, hingga pemberdayaan masyarakat.
SIMAK RISKI dikembangkan Pemkot Jogja untuk mengintegrasikan manajemen risiko dengan SAKIP dan mencegah target kinerja terganggu.